JAKARTA, RIMANEWS - Dampak kenaikan harga kedelai yang berujung aksi mogok produksi perajin tempe membuat pemerintah lebih perhatian dengan industri ini. Rencananya kementerian perindustrian (Kemenperin) akan membagikan 2.000 panci rebus kepada para perajin tempe.
"Tahun depan kita akan menyumbang sekitar 2.000 panci rebus karena selama ini kan pancinya dari bekas drum, bekas minyak tanah, drum minyak tanah, drum oli. Sekarang tahun ini untuk membuktikan bahwa pemerintah tuh sayang sama komunitas pembuat tahu tempe. Kita mungkin akan memberikan bantuan senilai Rp 100 juta kepada sekitar 30 perajin tahu tempe alat perebus kedelai," kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah disela-sela pameran busana muslim di kantor kemenperin, Jl Gatot Soebroto, Selasa (31/7/2012)
Euis mengatakan bantuan tersebut akan diserahkan kepada Kepala Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti). Kopti menjadi pihak yang menentukannya perajin yang berhak menerima bantuan.
"Ini untuk menunjukkan komitemen pemerintah bahwa pemerintah itu peduli. Di koran-koran selalu menyalahkan pemerintah, padahal ada sesuatu yang di luar kemampuan pemerintah. Pedagang-pedangan itu kan pinter banget tuh untuk berakrobatnya di pasar," tegas Euis.
Ia menuturkan untuk bantuan panci rencananya akan dilakukan tahun depan, sementara untuk bantuan tunai Rp 100 juta kepada perajin tahu tempe bisa dilakukan tahun ini.
"Ini sekarang kita sedang merevisi dulu anggaran untuk yang panci ini. Mungkin dua bulan lagi lah. Mudah-mudahan kurang dari 2 bulan akan kita berikan bantuan dari pemerintah. Tahun depan baru kita rencanakan 2.000 kalau tahun ini," katanya.
Bantuan 2000 panci rebus untuk perajin tempe dan tahu sebagai bagian dari upaya mendorong industri tempe yang higienis. Selama ini banyak perajin masih menggunakan peralatan seadanya untuk membuat tempe dan tahu
"Daripada ngerebusnya pake drum bekas oli kan serem. Padahal, Indonesia sudah menepuk dada bahwa tempe itu original Indonesia, tapi di Codex international standarnya. Coba kita lihat ke dapurnya. Nah, itu coba kami selamatkan dulu dan ini adalah bagian dari perindustrian," katanya.[dtkf/ian]