Belajar Menghargai Kehidupan dari Ganti Hati

Organ dalam yang rusak bukanlah penyakit ringan laiknya batuk, pilek, gatal-gatal, ataupun panu. Pengobatan organ luar lebih mudah daripada pengobatan organ dalam. Lebih pada taruhan hidup dan mati kalau terserang atau terjangkit penyakit dalam. Dahlan Iskan, bapak mentri BUMN kita, terserang penyakit organ dalam ini yaitu keadaan hati atau liver yang rusak dan limpah yang tidak seukuran biasanya.

Dalam buku Ganti Hati ini Dahlan Iskan menuliskan cerita bagaimana bisa dia terjangkit penyakit mematikan ini, bagaimana proses perjalanan mencari tau penyakitnya, mulai konsultasi pada dokter lokal hingga interlokal, bagaimana proses pergantian hatinya, hingga akhirnya berhasil operasi ‘kecil’nya.

Menurut saya, buku ini layak dijadikan pedoman bagi orang yang sangat tidak menghargai hidup. Orang yang hidupnya leha-leha, tidak jelas alur hidupnya, tanpa menggunakan waktu hidupnya dengan hal yang bermanfaat. Perjuangan Dahlan Iskan dalam menggenggam kembali kesehatannya sangat bersungguh-sungguh. Semangat perjuangan demi masyarakat guna kesejahteraan umat selalu tampak dalam jiwa beliau.

Dapat juga dikatakan bahwa buku ini adalah buku kedokteran, sangat cocok buat pedoman penyakit liver. Salah satu dosen Universitas Negeri menyarankan agar mahasiswanya membaca tuntas buku ini. Karena di dalamnya sangat rinci dijelaskan mengenai penyakit liver. Walaupun Dahlan Iskan tidak ada beground kedokteran namun dengan jiwa jurnalismenya mampu mengungkapkan hal yang rumit menjadi mudah dicerna dan dipahami.

Selain itu, kelebihan buku ini juga menerangkan bagaimana pekerjaan orang benar-benar dihargai. Sebuah penghargaan sangatlah penting bagi mereka yang benar-benar memiliki kelebihan, terutama dalam kerja. Orang yang bekerja dengan baik layak mendapatkan nilai lebih, seperti hadiah. Dengan begitu orang tersebut akan semakin rajin dan taat aturan kerja. Kalau seorang pekerja yang baik, sesuai aturan, sudah bekerja dengan maksimal namun masih mendapat teguran, bisa jadi semangat orang tersebut akan surut dan menjadi tidak disiplin. Walhasil akan menimbulkan ketidakpuasan pada orang lain; konsumen. Kalau di rumah sakit, maka yang merasa tidak nyaman adalah pasien. Rumah sakit yang bersih menunjukkan kualitas dalam rumah sakit tersebut.

Selain itu, sikap pekerja di rumah sakit yang mengoprasi bapak Dahlan, Tiongkok, selalu percaya diri dan selalu menjaga kebersihan badan dan rumah sakit. Disebutkan seorang pekerja pembersih lantai dengan sigap mengepel dan setelah selesai jam kerja, dia berkomunikasi biasa dengan para dokter dan suster di rumah sakit Tiongkok ini. Sikap dan sifat kepribadian orang di rumah sakit sangat disiplin. Kalau semua orang Indonesia mempunyai jiwa seperti mereka pak Dahlan yakin Indonesia akan maju dan jaya.

Karena Dahlan Iskan seorang muslim yang taat, selalu di tiap langkahnya diserahkan pada yang kuasa. Beliau berdoa menjelang oprasi dilancarkan. Semua kenalannya mendoakan dengan panjang tapi beliau berdoa pendek saja “Tuhan, terserah engkau sajalah! Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saya harus mati, matilah. Kalau saya harus hidup, hiduplah!” (hal.18) Doa pendek ini menandakan bahwa Dahlan Iskan adalah tipe orang yang mengandalkan kerja keras yang sungguh-sungguh ketimbang mereka yang pasrah mati pada kehidupan tanpa usaha.

Setiap untuk mendapatkan kenikmatan pasti dan harus merasakan kepahitan. Suatu kepahitan sudah sangat akrab dalam kehidupan pak Dahlan. Karena beliau tidak terlahir dari keluarga berharta. Dalam operasi ini harus menahan bergerak selama 24 jam untuk mendapatkan kesembuhan. Suatu hal yang sangat rumit untuk dikerjakan orang aktif gerak, namun semua itu dilaksanakan dengan baik. Kata pepatah arab “al-ajru biqodi at-taab” suatu hasil tergantung kepayahanya (rekoso; jawa). Tak berhenti di situ, setelah operasipun harus melakukan terapi khusus yang sangat menyakitkan, dan beliau juga lulus ujian ini.

Hal yang juga penting di sini masalah “wajah yang menghitam” (hal. 162). Dahulu cendikiawan muslim, Nurcholis Madjid, juga menjalani operasi liver namun tidak berhasil. Praktis bagi orang yang mengidap penyakit liver akan mengakibatkan wajah menghitam. Karena hal inilah Cak Nur dicap sebagai orang yang murtad oleh ustadz-ustadz dan diumumkan di ceramah-ceramah.

Wajah menghitam bukan berarti dimurkai Tuhan, melainkan disebabkan aliran darah dalam tubuh yang tidak seimbang. Hal ini menjadi biasa dalam dunia kedokteran. Penyampaian Dahlan Iskan ini sangat menyejukkan keluarga cak nur.

Terakhir buku ini juga dibumbui foto-foto menarik terkait operasi liver dan juga ditambahi komentar sms dan komentar email dari para penggemar bapak Dahlan Iskan.

______________________________

Peresensi: Achmad Marzuki, Pegiat di Farabi Institute, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang

Judul : Ganti Hati; Tantangan Menjadi Menteri

Penulis : Dahlan Iskan

Penerbit : PT Elex Media Komputendo, Jakarta

Tahun : IV, Maret 2012

Tebal : xxxii + 343 Halaman