Ini Hikmah Jokowi soal Kebakaran Gudang Mebelnya di Solo, Ia masih ibadah umroh di Tanah Suci

JAKARTA,RIMANEWS-Terkait kebakaran gudang mebel milik keluarganya, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi belum bisa memberikan keterangan lantaran tengah menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci bersama keluarga. Orang dekat Jokowi, Budi Purnomo, mengatakan bahwa bisnis mebel tersebut sudah lama tidak ditangani lagi oleh Jokowi. Sehingga secara operasional, sosok sederhana yang sedang berlaga dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta ini sudah tidak mengetahui lagi.

"Sejak menjabat Wali Kota, Pak Jokowi sudah tidak menangani bisnis lagi dan menyerahkan urusan bisnis kepada keluarganya," kata Budi, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/7/2012).

Hingga saat ini, pihak Polsek Kartasura masih terus menelusuri penyebab dari kebakaran yang menghanguskan gudang mebel Rakabumi milik keluarga ibu Jokowi yang berada di kompleks Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pabelan, Jalan Raya Kartasura-Solo, Kartasura.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, munculnya api tidak diketahui karena tiba-tiba keluar asap tebal dan api dengan cepat menyambar karena bahan yang terbakar adalah kayu. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika karyawan istirahat dan sebagian sedang melayat keluarga karyawan yang meninggal. Akibat kejadian ini, sejumlah mebel yang sudah dikemas dan siap diekspor ke Spanyol, Perancis, dan Taiwan bulan depan ikut terbakar. Kerugian yang diderita oleh gudang mebel ini ditaksir mencapai sekitar Rp 300 juta sampai Rp 400 juta.

Melalui akun Facebooknya, Jokowi mengungkapkan yang dirasakan mengenai peristiwa ini. Berikut kutipannya : "Pasti ada hikmah di balik setiap musibah. Yang terpenting adalah jangan sampai berhenti untuk melangkah. Kita jadikan musibah sebagai pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam menata langkah."

Relawan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012 Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok) yang tergabung dalam Pos Perjuangan Rakyat (Pospera), optimis 50 persen suara dari suara Golput (tidak memilih) pada Pilkada putaran pertama akan memberikan hak pilihnya.

Menurut Koordinator Pospera, Mustar Bona Ventura, berubahnya sebagian besar suara Golput karena mereka telah sadar akan keadaan politik saat ini. “Kami optimis 50 persen dari 2,6 juta angka Golput pada pemilihan putaran kemarin, pada putaran kedua pasti akan melakukan pemilihan. Pasalnya, mereka baru menyadari segala permasalahan yang ada setelah Pemilu berlangsung,“ kata Mustar kepada INILAH.COM di Gading Nias Resident, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (22/7/12).

Menurut Mustar, KPUD DKI Jakarta telah melakukan banyak kesalahan sistematis dalam pemilihan putaran pertama. Hal itulah yang kemudian dianggap menjadi pemicu para pemilih di Jakarta untuk ikut ambil bagian dalam pemilihan putaran kedua nanti.

“Angka itu kan sebenarnya kesalahan panitia pemilihan. Ini terbukti KPUD tidak siap menyelenggarakan pemilu yang berkualitas,“ tegasnya.

Mustar menambahkan, saat ini pihaknya optimis bahwa Jokowi-Ahok dapat merebut suara Golput tersebut. Pasalnya, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan langkah strategis untuk mendapatkannya yangi cukup besar terjadi di Jakarta.

“Kita membangun kesadaran politik. Untuk memilih itu orang karena kesadaran dan bukan karena uang,“ tandasnya. [ton/RM/KCM)

Kata Kunci