Prabowo Harus Amanah, Bersih, Jujur, Tegas dan Rendah Hati, agar Tidak Seperti SBY

JAKARTA,RIMANEWS- AKhirnya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto bersedia menjadi calon Presiden RI untuk Pemilu 2014. Prabowo bisa menang kalau dia amanah, jujur, mau mendengarkan suara rakyat dan kaum inteligensia yang perduli. Prabowo tak boleh one man show, namun harus membangun kebersamaan, sebab kompleksitas masalah yang dihadapi bangsa ini membutuhkan peranserta, pikiran dan tenaga serta modal dari seluruh warga negara yang perduli.

Prabowo harus sadar, bahwa dia manusia biasa, ada kelemahan dan kekurangan, maka dia harus rendah hati, amanah, jujur, tegas, bersih  dan melayani rakyatnya. ''Prabowo  harus melebur dalam semangat rakyat dan kaum muda  yang merindukan kepemimpinan nasional yang jujur,amanah, bersih, tegas dan kredibel agar tidak seperti SBY yang lemah dan ambivalen, yang membuat negara ini di tubir jurang kegagalan,'' kata pengamat sosial-alumnus HMI Umar Hamdani dan  Nehemia Lawalata, pengamat politik dan alumnus GMNI serta Herdi Sahrasad peneliti PSIK Universitas Paramadina, secara terpisah Jumat (27/7/12) .
Para pengamat sosial-politik  itu melihat Prabowo punya peluang untuk menang pada 2014 jika sungguh-sungguh berjuang demi rakyat dan siap kelelahan karena melayani rakyat, serta Prabowo harus mau belajar meneladani dan  mengambil hikmah dari kepemimpinan Jokowi ,Walikota Solo yang  amanah, jurdil dan menjadi dambaan rakyat. ''Prabowo idealnya berduet dengan Rizal Ramli PhD, mantan menko ekuin yang merakyat, kredibel, tangguh  dan visioner,'' kata Umar Hamdani, mahasiswa pasca sarjana STF Driyarkara. ''Prabowo harus mengambil hikmah dari kegagalan SBY selama dua dekade ini, nyaris tak ada kemajuan berarti. Malah rakyat makin melarat, hanya 5-10 persen golongan menengah ke atas yang diuntungkan. Rakyat sangat  pedih, namun tak bisa bersuara. Lihatlah, korupsi merajalela, hukum jadi komoditi, orang kaya makin kaya orang miskin makin melarat, sektor informal dan warung-warung tenda menjamur di pinggir jalan, di mana mana akibat takada lapangan kerja,'' kata Herdi Sahrasad, dosen Universitas Paramadina.

Untuk itu, masyarakat madani (civil society) mendesak agar oligarki dan oligopoli politik pencapresan oleh PDIP, Golkar dan Demokrat dibasmi, dengan cara  agar jumlah president threshold disamakan dengan jumlah parliamenthary threshold (PT), yakni sebesar 3,5 persen. Syarat untuk jadi capres 2014 harus diturunkan bukan didukung 20 persen suara di parlemen, namun cukup 3,5 persen sesuai  syarat PT agar ada calon-calon alternatif  bagi rakyat. Tidak boleh ada pemasungan dan pembungkaman aspirasi publik. Demokrasi mati kalau capres dibatasi oleh oligarki dan oligopoli PDIP, Golkar dan Demokrat yang merupakan parpol-parpol besar yang sudah korup dan krisis kepemimpinan serta menjontrongkan bangsa dan negara ke dalam kemelut korupsi, jebakan utang, kebangkrutan dan kegagalan sistemik.

Pendapat itu dikemukakan secara terpisah oleh mantan anggota KPU Bennie Akbar Fatah (Aktifis Fosko 1966) , pengamat politik Nehemia Lawalata (alumnus GMNI)  dan Direktur Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan Umar Hamdani (Alumnus HMI), Minggu ini (23/7/12)

Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy, mengatakan harus muncul figur-figur alternatif dalam bursa Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Agar tidak boleh lagi sosok yang lembek seperti SBY memimpin NKRI sebab akibatnya buruk sekali: rakyat makin miskin, kesenjangan ekonomi menajam, potensi disintegrasi meninggi, kekayaan alam habis, korupsi merajalela, Papua dan Ambon kecewa, rakyat kehilangan masa depan.


"Saya menerima amanah saudara-saudara sebagai tugas terakhir sebagai prajurit untuk memajukan bangsa ini," katanya pada Deklarasi untuk Prabowo Indonesia Satu di Jakarta, Selasa.

Deklarasi itu disampaikan oleh ratusan orang dalam Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia satu (KAPPI-1) yang meminta kesediaan Prabowo secara resmi untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu 2014 lantaran merupakan figur yang banyak berjuang demi rakyat.

Pertemuan mantan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) 66 itu diikuti oleh perwakilan mantan KAPPI angkatan 1966 di seluruh Indonesia.

Prabowo mengaku sebenarnya ingin istirahat dari kiprah dalam dunia politik saat ini.

"Tetapi saya geram melihat kondisi saat ini. Karena itu saya menerima amanah saudara-saudara sekalian," kata Prabowo yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Mantan Panglima Kostrad itu menyatakan akan menjadikan dirinya sebagai alat untuk melakukan perubahan tetapi bukan sebagai majikan, bukan sebagai pemimpin bukan sebagai raja.

Sementara itu, Ketua KAPPI Bambang Heryanto mengatakan bahwa Prabowo banyak melakukan perubahan.

Pencalonan untuk Prabowo itu, katanya, sejalan dengan semangat tiga tuntutan rakyat yang pernah didengungkan oleh KAPPI 66 yang masih relevan, terutama butir tuntutan menurunkan harga yang direalisasikan dengan tuntutan kesejahteraan rakyat.

"Saat ini, kita melihat kesejahteraan rakyat masih jauh dari kenyataan. Dan, kesejahteraan akan terealisasi melalui kepemimpinan yang tegas dan punya visi yang ada pada figur Prabowo Subianto," katanya.
(B009/D007)

Kata Kunci