RIMANEWS-Puasa membutuhkan fisik yang bugar dan sehat. Karena itu, penting mencukupi asupan gizi selama bulan Ramadan, termasuk asupan kalsium. Ahli gizi dari FKUI Fiastuti Witjaksono menjelaskan, kalsium penting untuk menjaga stamina tubuh dan kesehatan tulang.
“Kekuatan tubuh manusia biasanya akan menurun saat berpuasa karena kita tidak mendapatkan asupan nutrisi selama 14jam. Padahal, selama kita berpuasa, jumlaha asupan nutrisi dan kalsium yang diperlukan tubuh sama jumlahnya dengan saat ketika kita tidak berpuasa,” kata Fiastuti Witjaksono saat berbicara dalam talkshow “Langkah Sehat Menuju Berkah Bersama Anlene” di Jakarta.
Dia menegaskan, kalsium dibutuhkan untuk kesehatan tulang saat ini dan masa depan agar terhindar dari penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis).
Karena itu, penting setiap hari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium.
Ada banyak makanan yang mengandung kalsium, seperti kacang-kacangan, ikan, keju, susu, dan lain-lain.
“Kebutuhan nutrisi dan kalsium harian tetap harus tercukupi secara kualitas dan kuantitas. Lengkapi kebutuhannya dengan mengonsumsi makanan yang mudah diserap agar kita tetap berenergi, seperti susu. Mengkonsumsi susu pada saat bulan puasa dapat menjaga rasa kenyang lebih lama,” imbuh Fiastuti.
Talkshow “Langkah Sehat Menuju Berkah Bersama Anlene” digelar oleh Anlene, brand susu dewasa berkalsium tinggi besutan PT Fonterra Brands Indonesia asal Selandia Baru.
Talkshow menghadirkan narasumber Marketing Manager Anlene Arief Tjakraamidjaja, Wakil Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Siti Anissa Nuhonni, dan Pakar Gizi Fiastuti Witjaksono.
Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan Anlene, dalam menjalankan misi sosial edukasi kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis yang dilakukan sejak 1996.
Arief Tjakraamidjaja menyatakan, lebih dari 15 tahun Anlene telah menunjukkan komitmennya, untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki tulang yang sehat, sehingga dapat senantiasa fit, sehat, dan aktif sepanjang masa.
Anlene telah bermitra dengan Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), Perhimpunan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), pakar gizi, dan International Osteoporosis Foundation (IOF), untuk memberikan edukasi kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis melalui langkah sederhana.
Langkah sederhana tersebut adalah rajin melakukan olah raga weight bearing seperti jalan kaki, mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari pagi dan sore, secara berkala memeriksakan kesehatan tulang, dan mengonsumsi susu berkalsium tinggi setiap hari sebagai salah satu nutrisi utama untuk kesehatan tulang.
Menurut penelitian medis, berjalan kaki 10,000 langkah yang setara dengan 2-3 kilometer sebanyak 5-6 kali per minggu atau 18 kilometer selama 3 – 3,5 jam, terbukti dapat meningkatkan kesehatan tulang.
Jalan kaki juga dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.
Namun, saat berpuasa, pengaturan jadwal aktivitas sebaiknya disesuaikan, “Aktivitas fisik sebaiknya tidak dilakukan setelah sahur mengingat risiko dehidrasi, karena jarak waktu makan dan minum saat sahur dan berbuka cukup jauh. Berjalan kaki sebaiknya dilakukan mendekati waktu berbuka, apakah itu sebelum atau sesudahnya. Begitu pula dalam mengonsumsi susu, dapat dilakukan saat sahur dan berselang sesudah makan malam.” papar Fiastuti.[ach/B1]