Senja Yang Merayap Tiba-tiba (EKSTASE 324)

                                     EKSTASE    324
 

 

 

 

 

 

 

 

senja yang merayap tibatiba
menggerus kenangan akan cinta yang larut
pasir putih tempat kita merajut
tepian 'arsy yang jauh kini kusut
dalam kenangan juga dalam wajah semrawut

senja yang mengantarkan butiranbutiran azan
menetes bagai embun ke atap ruhku
menyanyikan lagulagu kenangan
akan langkah sang nabi  -   semua nabi dan orangorang suci

pohon dengan dedauan keriting
kini tumbuh segar bagai kebunkebun indah
dan tahulah kini
aku sudah dewasa dan ingin mengembara sendiri
mencari jejakmu  -   mencari kenangan akan percintaan
yang kukira abadi
ternyata kau menjatuhkan moyangku dan kau gugurkan semua
anak cucunya ke bumi
di sini aku membaca suratsuratmu yang kau kirim kepada nabinabi
kubaca dengan linangan air mata dan kenangan itu
kenangan itu tinggal jejak langkah
dalam suratsuratmu kau menyuruhku
mempersiapkan pertemuan baru
di mahsyar!

       

 

 

                                                    Tangerang, 09 12  09
 

 

 

 

 

Juftazani: Editor, Penyair dan Aktifis Keagamaan, Tinggal di Jakarta