KOTA MADINAH,RIMANEWS --- Sumber Mata Air Cinta dari Kekasih Tuhan pada Umat Manusia
Setiap muslim yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Madinah,pasti bercucuran air mata.Keberkahan cinta Nabi Muhammad SAW pada seluruh umat manusia masih terasa hingga saat ini.Aura cinta Sang Nabi seakan terpatri abadi di kota itu.
Pada Ramadan ini,getaran abadi cinta Sang Kekasih Tuhan itu semakin kuat. Semua itu semakin merasuk jiwa saat peziarah dan warga setempat beribadah di Masjid Nabawi. Saat buka puasa di Masjid Nabawi,ratusan ribu orang mendapat makanan berbuka gratis.Mereka yang masuk Masjid Nabawi adalah para tamu Nabi Muhammad yang dilayani sesama muslim dengan senyuman.Buah kurma diedarkan dan susu atau yoghurt dihidangkan untuk berbuka.
“Di tempat Rasul Muhammad,tidak seorang pun yang akan kelaparan saat waktu berbuka tiba. Anak-anak bermain di karpet,tertawa di tengah masjid yang sangat luas. Hanya ada bisikan percakapan dan lebih banyak doa terdengar,”ujar Kerim Fenari,seorang peziarah di Masjid Madinah,dikutip www.masud.co.uk.
Masjid Nabawi menjadi pusat beribadah umat Islam di Kota Madinah.Apalagi,hadis nabi mengatakan bahwa salat di masjid Nabawi lebih baik seribu kali daripada salat di masjid lainnya.“Saat qomat terdengar,setengah juta pria dan wanita berdiri untuk salat,”papar Fenari. Suasana berbuka di sekitar Masjid Nabawi juga semarak dengan berbagai jenis restoran yang menyajikan berbagai jenis makanan.Aroma berbagai jenis masakan di sekitar masjid tercium,mulai kebab Turki,meze Lebanon,sate Indonesia,hingga ayam dan kacang Sudan.
Sementara di jalanan,pada pedagang menawarkan berbagai jenis pakaian dari beragam negara.“Mereka menjual batik dari Indonesia, muslin Damaskus,katun Mesir,chiffre Maroko.Ada juga tasbih dari biji buah zaitun, papan rak untuk membaca Alquran.Berbagai aksesori dan perhiasan untuk perempuan juga banyak dijual di sana,”ungkap Fenari. Peziarah di Kota Madinah yang berasal dari ratusan negara itu juga saling berinteraksi.
Mereka bercerita tentang negara mereka masing-masing,mulai kondisi politik,ekonomi, hingga berbagai masalah dunia saat ini. Komunikasi warga dari beragam negara inilah yang menjadi salah satu kelebihan di Kota Madinah.Bayangkan, jika pertemuan singkat itu kemudian menjadi hubungan jangka panjang atau kerja sama bisnis dan perdagangan. Tentu dunia Islam akan mendapatkan manfaat besar dari interaksi antarmanusia semacam itu. Di Kota Madinah ini juga ada Masjid Dua Kiblat.
Di masjid itu,Nabi Muhammad mendapat perintah Allah SWT saat beliau salat,untuk mengganti arah kiblat dari Yerusalem ke Mekkah.Masjid dua kiblat itu pun menjadi tempat yang populer dikunjungi para peziarah,baik sebelum maupun saat Ramadan kali ini. Madinah merupakan kota yang masih terjaga kesuciaannya,seperti juga di Mekkah.“Situasi di Madinah berbeda dengan di Yerusalem. Saat ini di Kota Yerusalem semakin terdesakralisasi dengan semakin maraknya klub-klub malam,pornografi, dan bentuk degradasi lainnya,”keluh Fenari.
Tarawih di Kota Madinah merupakan salah satu pengalaman paling luar biasa.Sekitar satu juta pria, wanita,dan anak-anak, berbaris rapi di Masjid Nabawi.“Mereka salat di dalam masjid,di bagian atap masjid,dan di berbagai lokasi di sekitar masjid,”ungkap Fenari.(Juf/Sndo)