JAKARTA, RIMANEWS - Seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu II diminta untuk memprioritaskan tugas negara dari pada tugas-tugas politik dari partai politik (parpol) masing-masing.
"Saudara yang juga tentu berasal dari partai politik akan menjalankan tugas politik, tetapi sekali lagi saya ingatkan jangan tinggalkan tugas utama kita, sumpah kita untuk memprioritaskan tugas pemerintahan, memprioritaskan tugas melayani rakyat," katan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.
Presiden menilai situasi politik yang memanas pada tahun politik --yang disebutnya akan mulai setelah Agustus mendatang-- adalah hal yang wajar sebagai bagian dari demokrasi, terutama menjelang pemilihan umum 2014.
Namun, ia menegaskan, para pejabat negara yang memegang amanah rakyat dan bangsa harus tetap kompak dalam menjalankan tugas.
"Mari bersama-sama dan seperti dulu tahun 2008 bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik, parpol manapun, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," katanya.
Presiden berjanji tidak akan menghalang-halangi menteri atau pejabat negara yang terus terang mengaku tidak dapat membagi perhatiannya antara tugas di pemerintahan dan partai politik.
"Kalau itu memang pilihan dan tujuannya jelas, saya tidak bisa menghalang-halangi, tidak bisa. Tetapi kalau Pak SBY saya ada tugas politik tetapi tidak ada satupun pekerjaan pemerintahan yang saya tinggalkan, terimakasih, saya akan bilang begitu," katanya.
Kepala Negara mengatakan akan lebih puas jika seluruh jajaran pemerintahan dapat bersama-sama dengan kompak menyelesaikan tugas pemerintahan dengan baik.