Menjelang Putaran II Pilgub DKI, pesan gelap, selebaran gelap, BBM gelap, dan kampanye gelap terus bertebaran di wilayah DKI, tapi R.A. Kartini pun menegaskan : " Habis Gelap Terbit lah Terang ". Jadi apakah 'Habis Gelap akan Terbit Jokowi-Ahok atau Foke-Nara..?? Wallahuallam, Hanya Tuhan, Malaikat, dan Dhemit yang tau Pasti !!
JAKARTA, RIMANEWS -- Belum lama ini beredar pesan gelap yang bertujuan untuk mendiskreditkan Jokowi-Ahok, salah satu calon gubernur dki jakarta dalam pemilukada yang telah diselenggarakan pada tanggal 11 juli yang lalu. berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, secara tak terduga walikota solo tersebut menduduki peringkat teratas, cukup jauh melampaui perolehan suara petahana, foke.
Dalam proses demokrasi, hal-hal seperti kampanye gelap yang menyerang para kontestan pemilu sudah lumrah terjadi. Kampanye gelap adalah penyebarluasan pesan yang pada intinya menyerang kontestan pemilu dari sisi-sisi di luar prestasi yang bersangkutan, dan biasanya, cenderung berbau fitnah.
Kampanye gelap tersebut berbeda dengan kampanye negatif. Kampanye negatif adalah penyebarluasan pesan yang menyerang kontestan pemilu dari sisi prestasi atau kinerja yang bersangkutan, yang memang sebenarnya sudah diketahui banyak orang. Jika kampanye gelap hanya berada di seputar kesukuan, agama, dan sebagainya, kampanye negatif hanya menyoroti seputar kinerja sosok yang diserang.
Namun demikian, kampanye gelap tidak mesti berhasil. ia justru seringkali berbalik menguntungkan orang yang diserang, terutama di negeri ini, di mana orang yang dizholimi (dan tidak membalas ataupun membela diri) justru mendapatkan simpati dari masyarakat -- ditambah lagi kita sekarang telah berada di era informasi, di mana segala informasi yang kita butuhkan bisa dengan mudah kita temukan di dunia maya.
Menyoal pesan gelap di atas, pada intinya pesan tersebut menyatakan bahwa Jokowi bukanlah seorang muslim tulen, melainkan pemeluk agama lain yang menjadi mualaf dalam rangka menjadi gubernur dki. huruf ‘h’ pada namanya bukanlah singkatan dari ‘haji’, melainkan dari nama biasa (Handoko atau Handoyo ?). Dikatakan juga bahwa Jokowi akan mempersempit perijinan untuk mendirikan pesantren dan akan memperluas pendirian gereja. selain itu, seperti yang bisa diduga, ahok juga ‘mendapat jatah’ pesan negatif karena ras-nya. umat islam diajak untuk merapatkan barisan, mengharamkan muslim memilih pemimpin yang non muslim, dan sebagainya.
Isu SARA terus dihembuskan menjelang Pilkada DKI putaran II untuk mendeskreditkan Jokowi-Ahok -- terlepas dari semua itu warga DKI tak usah pusing-pusing. Kalau pun nanti Jokowi-Ahok terpilih jadi DKI-1 kita lihat saja produk - output-nya. Kalau Memang nanti di tengah jalan Jokowi-Ahok mengkhianati amanatnya atau ingkar janji, Ayyookk kitu turunkan ramai-ramai.... dan saya juga percaya kalaupun Jokowi-Ahok melakukan kesalahan / dosa besar nantinya -- ndak usah disuruh mundur pun mereka akan mundur dengan sendirinya, karena kredibiltasnya sudah teruji bukan. " Gittuuu Ajaa kok Reppoott to..., " kata mendiang Mbah Gusdur.
Tapi biarlah PESAN GELAP, SELEBARAN GELAP, BBM GELAP, KAMPANYE GELAAPP apapun itu namanya terus beredar dan bergema di langit DKI...... The show must go on..... karena seperti apa yang dinisbatkan oleh Sang Wiku:' Bahwasanya setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan, Setelah gellaap itu pasti cahaya kan datang '.
R.A. Kartini pun menegaskan : " Habis Gelap Terbit lah Terang ". Jadi apakah 'Habis Gellaap akan Terbitlah Jokowi-Ahok....?? Wallahuallam, Hanya Tuhan, Malaikat, dan Dhemit (devils) yang tau Pasti !!
Sak-estu Gusti Allah punika mboten Sare, langkung Waskito lan Permono ( Sesungguhnya Alloh itu tidak pernah tidur. Ia Maha Tajam dan Teliti ). Tapi jangan lupa juga bahwa Alloh itu juga maha Penyiksa dan maha Keji bagi orang-orang yang disesatkan. [ ghusnug / RMN ].