TOKYO, RIMANEWS - Ribuan warga Jepang terjebak banjir yang terjadi pada Minggu kemarin, banjir itupun disertai dengan tanah longsor. Sejauh ini, 26 orang tewas dalam insiden maut itu.
Perintah evakuasi disuarakan oleh Pemerintah Jepang untuk menyelamatkan ratusan warga di wilayah yang dilanda banjir itu. Tumbangnya pepohonan juga membuat jalanan terblokir.
Lebih dari 3 ribu orang terjebak di Yame, Prefektur Fukuoka. Para pasukan Jepang langsung mendatangi wilayah itu dan mengirimkan bantuan dengan helikopter.
Menurut pejabat setempat, banjir yang dipicu oleh hujan deras di wilayah utara, menewaskan 26 warga. Sementara itu, enam orang lainnya dikabarkan hilang di Prefektur Kumamoto, Oita dan Fukuoka. Kebanyakan korban yang tewas adalah seorang manula berusia 70 hingga 80 tahun. Demikian, seperti diberitakan ABC, Senin (16/7/2012).
Di Prefektur Kyoto, hujan deras turun dan tidak kunjung berhenti, hingga akhirnya membanjiri 100 perumahan. Wilayah yang sempat menjadi Ibu Kota Negeri Sakura itu porak-poranda akibat serangan banjir.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, banjir itu menjadi salah satu banjir yang paling buruk di Jepang. Sejumlah badai juga diprediksi akan segera muncul dan menyerang sejumlah wilayah Jepang tepat pada hari ini.(yus/okz)