Thursday, 17 April 2014

Breaking News

Rusia Tak Rela Suriah Diserang

RIMANEWS - Seorang analis politik terkemuka mengatakan, Rusia tidak akan membiarkan Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan militer keSuriah seperti yang dilakukan mereka terhadap Libya.

Kevin Barrett, penulis dan pakar studi Islam dalam sebuah wawancara dengan Press TV mengatakan, Rusia telah belajar dari peristiwa di Libya dan Moskow memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Suriah daripada dengan Libya. Saya pikir Rusia tidak akan mengizinkan AS dan sekutunya menyerang Suriah secara terbuka.

Menurutnya kamungkinannya kecil jika AS akan menggelar perang di Timur Tengah.

"Saya tidak dapat membayangkan bahwa pemerintah AS cukup gila apabila mencoba mengambil risiko perang dengan Rusiakarena masalahSuriah,di mana AS tidakbenar-benarmemiliki kepentingan vital,"imbuhnya.

Pada Senin(9/7), Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskankembalibahwa Suriah memerlukan dialog bukan intervensi asing untuk mengakhiri kerusuhan yang telah melanda negara Arab itu selama 16 bulan.

Lebih lanjut Barrett menandaskan bahwa kekuatan sebenarnya di balik perang yang disulut di Suriah adalah Partai Zionis Israel, Likud,  yang memiliki agenda untuk mengguncang Timur Tengah khususnya untuk memecah belah Suriah menjadi sejumlah negara yang berbeda berdasarkan berbagai perbedaan etnis dan agama.

"Hal itu telah menjadi proyek Zionis selama puluhan tahun dan Anda dapat melihat hasilnya hari ini…….",  pungkasnya.[ian/irb]