Sumpah Pemuda Kedua Abad 21, Sebuah Pemikiran

Oleh Thariq Mahmud SH


Dalam sejarah Indonesia,ada satu hal yang menarik yang tersimpan dalam diri seorang pemuda. Meminjam ungkapan Benedict Anderson,“sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah pemudanya”.Pemuda pada kapan dan dimana pun memang tidak pernah absen dalam momentum perubahan zaman. Selain karena memiliki karakter yang kuat dalam  menghadapi setiap bibit perubahan,pemuda juga merupakan produk dari sebuah system tata social yang telah mengalami proses fragmentasi dan kematangan identitas sebagai agen perubahan.Pemuda bukan saja bias berlaku baik membawa perubahan konstruktif.Pada zaman ini pun kita bias melihat sendiri bagaimana peran anak muda dalam melakukan serangkaian aksi korupsi yang memiliki efek mahadahsyat.Begitu besarnya potensi pemuda,hingga apa yang dilakukannya selalu bias membuat guncangan hebat.Tidak berlebihan jika Bung Karno begitu memuja pemuda, dirinya yakin bahwa hanya dengan dibantu 10 orang pemuda, maka dunia akan terguncang.

Berbicara masalah pemuda,ia adalah hal yang selalu menarik untuk dibahas,sebab pemuda telah mewarnai lika–‐liku perjalanan sejarah.Bicara pemuda adalah bicara tentang masa depan,sebab merekalah yang menjadi pemimpin masa depan suatu bangsa,merekalah yang menjadi potret kondisi sebuah bangsa, merekalah yang menjadi harapan dimana masa depan bangsa dibebankan ke punggung mereka,dimana tanggung jawab ke depannya akan sepenuhnya diamanatkan ke tangan mereka.

Tak dapat dipungkiri,ia telah menorah catatan sejarah dengan tinta emas sepanjang peradaban manusia.Namun yang menjadi ironi,semakin lama,eksistensi pemuda tenggelam seiring berjalannya zaman.Peran dan eksistensi pemuda tak dapat dielakkan lagi,ia menjadi sumber daya manusia paling strategis yang sangat ideal sebagai katalisator dari sebuah misi,maka semua pihak selalu berebut mendapatkannya.Sebab jika diibaratkan kehidupan manusia seperti grafik yang naik kemudian turun,pemuda ada dipuncak grafik tersebut,ketika muda,seluruh potensi baik fisik maupun mental sedang mengalami perkembangan yang luar biasa.

Jika perjalanan hidup manusia diibaratkan pergantian siang dan malam,maka pemuda ada di siang Hari ketika terik begitu menyengat,penuh semangat.Maka tak heran,pemuda telah terbukti mampu memecah kebekuan dan kebuntuan sepanjang sejarah manusia.Gerakan Pemuda Anti Korupsi mencoba mengambil inisiatif atas lahirnya Sumpah Pemuda jilid II yang dimaksudkan sebagai ajang unifikasi seluruh rakyat Indonesia khususnya pemuda Indonesia untuk membangun kesadaran kritis untuk menjawab tantangan kebangsaan hari ini dan esok hari.

In believe,there is power.Keyakinan yang kuat akan perubahan pasti akan menjawab segala persoalan yang ada.Pemuda hari ini sudah ditunggu oleh waktu untuk sekali lagi mengguratkan sejarah.Singkat kata, perubahan ada ditangan kaum muda.Sumpah pemuda jilid II bias menjadi momentum atau kebangkitan kembali (point of return)Indonesia untuk menjadi menjadi Negara adidaya diselatan khatulistiwa.Sumpah Pemuda jilid II,adalah tentang pemuda yang memiliki keyakinan dan kedalaman pemahaman,sadar dan memahami akan jati diri mereka,mereka paham apa visi mereka untuk bangsanya.

Mereka sadar akan potensinya,sehingga tak pernah ada kata menunggu untuk bergerak, mereka tak menyalahkan siapapun,mereka tahu apa yang harus dicapai dari perjuangannya, hanya aksi nyata yang menjadi jawabannya.Dan kini,pemuda telah kehilangan semua itu,pemuda telah mengalami krisis identitas,tak kenal akan jati dirinya dan tujuannya,tertipu oleh fatamorgana dunia.Sumpah Pemuda jilid II, adalah juga tentang keteguhan hati dan kebulatan tekad bahwa visi besar,tak dapat diraih tanpa persatuan,tanpa ikatan yang kuat atas setiap komponennya.

Sehingga tiada kemenangan tanpa kekuatan,tiada kekuatan tanpa persatuan,keteguhan hati untuk membela dan menjunjung tinggi persatuan inilah yang membuat kemenagan itu semakin nyata.Dan lagi–‐lagi kini,keteguhan hati itu seakan pudar, pemuda sibuk terombang ambing dalam euphoria yang memabukkan tanpa sedikitpun prinsip dan keteguhan tentang apa yang harus mereka perjuangkan.

Sumpah Pemuda jilid II,juga tentang semangat,semangat untuk kebangkitan.Pemuda telah memberikan inspirasi kebangkitan dengan semangatnya laksana api yang berkobar.Ketika kekuatan diri dan bangsa mulai meredup,tiada yang lain selain semangat seterik mentari yang mampu membangkitkannya.Namun kini,semangat itupun kini telah redup dalam diri pemuda,mereka kini asyik terbuai dalam keterpurukan tanpa sedikitpun gairah untuk bangkit.Sumpah Pemuda jilid II,ialah pun tentang pemuda yang senantiasa bersifat deklaratif nan proklamatif,tak malu untuk berteriak lantang kepada dunia,bahwa ia siap berdiri digarda terdepan untuk menyongsong perubahan, deklaratif untuk meneriakkan kebenaran dan menyadarkan tiap–‐tiap telinga yang mendengar untuk bangkit dari keterpurukan,tak ragu untuk mengikrarkan janji‐janji kemenangan.

Tapi kini pemuda malah bersembunyi dibalik keterpurukan,berlindung dibawah ketiak kemalasan,dunia tak lagi mendengar teriakan lantangnya,ia terdiam diantara rasa acuhnya. Ironi dahulu dan kini tak cukupkah menggelitik hati para pemuda?,dunia yang merindukan kembali kehadirannya,bangsa yang menanti aksi nyatanya,pemuda kini sedang diteriaki dari berbagai penjuru:“Bangkit pemuda, bangkit,kami merindukan hadirmu, kami menantikan aksi nyatamu!”.Maka yang harus kembali dan senantiasa disadari, dipahami, diyakini, yakni jati diri dan visi agung para pemuda.

Kemudian keteguhan dan kebulatan tekad untuk meraih visinya dengan kekuatan dan persatuan.Lalu semangat yang telah redup harus segera dinyalakan, untuk menyalakan obor kebangkitan untuk menyinari gelapnya keterpurukan.Dan terakhir tak perlu lagi ada keraguan untuk mendeklarasikan dan memproklamasikan pada dunia,bahwa pemuda siap untuk menyongsong perubahan untuk meraih kemenangan.Maka pemuda harus belajar kembali dari para pendahulu,menyadari realitas yang terjadi,sehingga tiada yang lain yang terpikir dalam benak “bangsa ini menunggu kita,jawaban atas semua masalah ini ada pada aksi nyata kita”.

DIISI SUMPAH PEMUDA,METODE AKSI DAN PELAKSANAAN ISI SUMPAH PEMUDA

Sebagai sebuah gagasan,sumpah pemuda jilid II bukanlah gerakan politik praktis yang bertujuan untuk menggulingkan atau menjatuhkan rezim tertentu.Karena bila itu terjadi,pemuda kembali terjebak pada pragmatism dan syahwat Politik untuk berkuasa.Pada tahun 1928,para pemuda berkumpul dan mengucapkan sumpahnya kami yakini bukan mengantarkan individu yang ada didalamnya untuk menjadi Presiden ataunmengisin jabatan publik.Namun visi mereka adalah mengeluarkan Indonesia dari jaring penjajahan begitu memilukan yang telah terjadi hamper selama 3 abad.

Sumpah pemuda jilid II bermodalkan ketulusan hati,kesadaran kritis dengan menggenggam visi besar untuk menjadikan Negara Indonesia sebagai Negara berdaulat seutuhnya.Namun dalam perjalanannya,output sumpah pemuda jilid II bias jadi melahirkan sosok pemimpin muda dalam kancah politik nasional dimasa yang akan datang.Lahirnya kepemimpinan kaum muda harus melewati proses dialektika panjang.Anak bangsa berhak menjadi pemimpin nasional dengan melewati proses yang memang seharusnya dilewati, bukan dengan cara pragmatis dan instan.Mengapa Sumpah Pemuda Jilid II sedemikian pentingnya,tentu ada beberapa hal yang perlu kita renungkan.Konsolidasi kaum muda melalui Sumpah Pemuda Jilid II,tentu memiliki nilai positif bagi masa depan kaum muda.Pertama, Sumpah Pemuda Jilid II sebagai ajang interaksi bagi para kaum muda yang membutuhkan pendekatan sekaligus perspektif baru ditanah air.

Pergumulan kepentingan politik yang intensif,bagi kaum muda saat ini kadang mengalami kesulitan membedakan antara ranah nasional dengan ranah lokal.Unifikasi kaum muda melalui Sumpah Pemuda Jilid II,dapat menjadi tempat untuk memetakan peran masing–‐masing institusinya,sekaligus mengusung agenda kepemimpinan nasional tahun dimasa yang akan dating Kedua,Sumpah Pemuda Jilid II sebagai ruang untuk dapat membangun sebuah partisipatory politik kaum muda dengan segenap lembaga nasional yang adan saat ini.Keberadaan kaum muda saat ini juga harus dapat melihat secara jernih,bahwa undang- ‐undang
Yang berasal dari produk politik,selama ini sulit dijalankan secara maksimal.Hampir setiap lini lembaga politik,di dalamnya penuh berisi dengan kepentingan politik masing–‐masing ”penguasa” dari lembaga politik–mayoritas kalangan tua.

Sehingga momentum Sumpah Pemuda Jilid 2 dapat sebagai ajang unifikasi kaum muda, yang diharap dapat memelihara dan memperkuat regulasi guna dipergunakan bersama seluruh elemen secara  nasional.Ketiga,Sumpah Pemuda Jilid II dapat sebagai ajang konsolidasi kekuatan integral kaum muda yang sesuai nilai dan kepribadian bangsa Indonesia.Pada prinsipnya,integrasi atas unifikasi kaum muda Indonesia dapat dijadikan sebagai manifestasi penghayatan dan pengamalan nilai–‐nilai luhur bangsa, agar senantiasa berpihak pada kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.Makna Sumpah Pemuda Jilid II bias menjadi sarana berdialog sesuai dengan kebutuhan rakyat dalam sector riil,yang selama ini jauh dari panggang api.

Setelah melalui proses diskusi dan kajian mendalam tentang problematika kebangsaan saat ini, kami dapat menyimpulkan bahwa perjalanan bangsa ini sudah melenceng dari cita–‐cita dasar Dan telah keluar dari “mazhab” yang telah diciptakan oleh para pendiri bangsa.Indonesia telah jauh meninggalkan Pancasila sebagai falsafah bangsa.Pancasila adalah pemersatu yang dapat menyatukan Bangsa Indonesia mulai dari Tanah Rencong hingga Bumi Cendrawasih.Kami meyakini bahwa Pancasila merupakan alat perjuangan melawan segala bentuk penindasan dan penjajahan.Pancasila saat ini hanya dijadikan symbol dan alat bagi para penguasa.Selain itu,perubahan atas UUD 1945 berkontribusi pula pada rusaknya tatanan kebangsaan yang telah dibangun sejak lama.Kesalahan yang dibuat oleh rezim Orde Baru, seharusnya bukan menjadi alas an untuk merubah UUD 1945.

Pada kenyataannya,UUD hasil amandemen telah membuka peluang besar atas penjajahan gaya baru yakni dengan mengusai kekayaan Indonesia yang seharusnya dipergunakan untuk hajat hidup manusia Indonesia. Kemiskinan,kebodohan,praktik korupsi, kekerasan antar warga dan ancaman disintegerasi bangsa merupakan bentuk nyata dari malmanagement para pengurus Negara dalam menjalankan tugasnya.Segala masalah social terus terjadi karena bangsa ini telah meninggalkan jauh prinsip–‐prinsip kebangsaan,yakni (meminjam istilah Yudi Latif dalam Buku Negara Paripurna): “Ketuhanan Yang Berkebudayaan, Kemanusiaan Yang Universal, Persatuan Dalam Kebhinekaan,Demokrasi Permusyawaratan dan Keadilan Sosial.Mengapa Pancasila?Sila kesatu:Ketuhanan Yang Maha Esa,jelas member landasan kuat bagi kehidupan beragama secara tulus dan otentik.

Sila kedua:Kemanusiaan Yang Adil dan beradab, mengandung makna bahwa bangsa Indonesia harus menegakkan keadilan dan keadaban dalam berperilaku, baik perorangan maupun dalam Kehidupan kolektif dalam politik,ekonomi,sosial,budaya dan sebagainya.Silaketiga:Persatuan Indonesia,bias dijadikan sebagai pembimbing bangsa Indonesia dalam kebhinekaan (pluralitas)yang kaya dalam mozaik budaya yang beragam.Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, tegas sekali memerintahkan bahwa demokrasi harus ditegakkan secara bijak melalui musyawarah yang bertanggung jawab dan dengan lapang dada.Dan sila kelima:Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia,menjadi ancangan yang akan dituju bangsa ini dengan pengamalan keempat sila sebelumnya.Namun demikian,ditingkat praktis,realitas perjalanan bangsa menunjukkan bahwa yang terjadi justru kebalikan dari apa yang telah digariskan Pancasila.

Beragam tragedy muncul bukan hanya dalam bentuk pengkhianatan sebagian orang yang ingin mengganti Pancasila dengan dasar lain,tetapi hal lain seperti KKN(korupsi,kolusi dan nepotisme),juga laku yang beringas,tindak kekerasan,pelanggaran HAM,merusak milik Negara sekalipun dengan meneriakkan slogan keagamaan semuanya bertentangan dengan sila kesatu dan kedua.Adalagi tragedy yang terjadi selama sekian dasawarsa,berupa politik Negara yang sentralistik dan penyeragaman tata system social budaya local secara paksa melalui undang–‐undang, dan ini merupakan bentuk pengkhiatan konstitusional yang bertentangan dengan sila ketiga.

Sementara itu perkembangan terakhir dalam cara kita berdemokrasi juga Semakin jauh dari roh Pancasila sila keempat Sementara prinsip keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia bias dikatakan telah menjadi yatim piatu sejak kita merdeka.Rakyat dari masa ke masa justru semakin tidak merasakan keadilan,tetapi penindasan secara structural maupun kultural.Tentu isi sumpah pemuda jilid II akan berbeda dengan sumpah pendahulunya,namun bukan berarti kita menghilangkan nilai dan semangat sumpah
Pemuda terdahulu.Isi sumpah pemuda jilid II disesuaikan dengan kondisi factual yang terjadi. Tentu berbeda dengan Sumpah
Pemuda Jilid tahun 1928 karena akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia dan dunia
Dengan mengikrarkan:

1.Berbangsa satu,bangsa Indonesia

2.Bertanah air satu,tanah air Indonesia

3.Menjunjung bahasa Persatuan, bahasa Indonesia

4.Berideologi satu, ideology Pancasila

5. Kembali kepada UUD 1945

6.NKR Harga mati

7. Bhinneka Tunggal Ika

METODE AKSI DAN PELAKSANAAN

Berbeda dengan apa yang terlaksana pada tahun 1928,Sumpah Pemuda jilid II bukanlah digelar bersamaan dengan kongres atau pertemuan yang terkonsentrasi dalam satu titik arena.Sumpah Pemuda jilid II adalah momentum pembacaan sumpah secara serentak oleh seluruh pemuda Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke bahkan bagi  seluruh pemuda yang ada di luar negeri dengan waktu yang akan disepakati bersamaan.Masing–‐masing pemuda yang membacakan sumpah bias berkumpul secara bersama–‐sama didaerahnya masing–‐masing ataupun mengucapkan sumpahnya sendiri dimanapun dirinya sedang berada.Sumpah pemuda jilid II berhak diikuti oleh seluruh warga Negara Indonesia khususnya pemuda dengan berlatarbelakang ras,agama,profesi,organisasi,partai apapun.

Sumpah pemuda jilid II sekali lagi memiliki makna dan tujuan untuk penyatuan kesadaran seluruh elemen bangsa yang ingin perubahan menuju Indonesia ke depan.Tentunya,sumpah pemuda ini harus dilanjutkan dengan kerja–‐kerja konkrit untuk= senantiasa membangun negeri.Disadari membangun negeri dapat diaplikasikan dengan berbagai wujud kerja.Setiap orang bias saja berbeda dalam menafsirkan perwujudan bekerja untuk negeri.Walaupun memiliki aliran dan keyakinan yang berbeda,namun kerangka bekerja harus senantiasa dalam koridor kerangka Sumpah yang telah kita ikrarkan.

Era globalisasi yang menyediakan banyak kemudahan berkomunikasi,tentu lebih mudah melakukan konsolidasi.Sumpah Pemuda Jilid 2 harus dilakukan secara serentak diseluruh penjuru nusantara.Melalui berbagai media(baik elektronik,cetak,internet,twitter,FB dll)kepada seluruh element, baik pemerintah,TNI/Polri,DPR,Ormas,LSM,OKP,Pesantren dan sebagainya.

______________________

Thariq Mahmud adalah Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GEPAK)