Citra DPR Tergerus Saweran Gedung Baru KPK

JAKARTA, RIMANEWS- DPR RI diminta segera memberi keputusan terkait anggaran gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang ternyata sudah diajukan sejak anggaran tahun 2008. Jika hal itu tidak dilakukan, citra DPR dikhawatirkan akan tergerus oleh aksi saweran yang kini sudah menjadi seperti bola salju.

“Komisi III DPR harusnya segera menyetujui pembangunan gedung baru KPK. Kalau tidak, saweran untuk gedung baru KPK bisa terus menggelinding seperti bola salju. Saya berharap rekan-rekan di Komisi III DPR dapat menyetujui pembangunan gedung KPK. Jangan sampai berlama-lama sehingga aksi koin untuk KPK sempat menjadi bola salju yang bisa makin memperburuk citra dan memalukan DPR. Kalau citra DPR semakin memudar gara-gara gedung KPK ini, yang rugi adalah kita semua," tandas anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Martin Hutabarat pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (4/7/12).

Menurut Martin, tidak realistis menunggu sampai ada gedung pemerintah yang kosong. Apalagi Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang mengurus aset negara termasuk gedung-gedung milik pemerintah sudah mengatakan tidak ada lagi gedung kosong yang bisa dipergunakan KPK. "Jadi jawaban Menkeu itu sebenarnya cukup kuat sebagai alasan Komisi III DPR untuk segera mencabut tanda bintangnya," tambah Martin.

Untuk itu Martin berharap Komisi III peka melihat fakta bahwa rakyat tidak mengerti alasan wakil-wakilnya di DPR yang menolak pembangunan gedung KPK ini. Sehingga tidak perlu berlama-lama Komisi III DPR untuk memahami apa yang dimaui rakyat. "Kita khawatir kalau Komisi III DPR hanya menonjolkan egonya, bukan tidak mungkin rakyat dan mahasiswa akan berbondong-bondong ke DPR untuk mendemo Komisi III DPR ini," ujarnya mengingatkan.

Sementara itu dukungan penggalangan dana untuk pembangunan gedung baru KPK terus mengalir. Salah satunya dari putri ketiga mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yaitu Anita Hayatunnufus. Anita sapaan akrabnya menyambangi Gedung KPK di Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan berkemeja berwarna putih, tampak tidak canggung, Anita langsung ikut bergabung melayani orang yang hendak menyumbang. Ia mengaku merasa terinspirasi oleh Gus Dur yang juga ikut mendukung KPK. Saat masih hidup, Gus Dur memang mendukung penuh KPK, termasuk saat kasus Cicak vs Buaya. "Saya terinspirasi oleh komitmen Bapak untuk penegakan hukum," kata adik Yenny Wahid itu.

Posko koin untuk KPK ini dibuka mulai pukul 09.00 WIB sampai 15.00 WIB setiap hari kerja, di halaman gedung KPK. Bagi Anda yang hendak menyumbang melalui transfer bank, dapat mentransfer ke Rekening BNI Cabang Melawai nomor 0056124374 atas nama perkumpulan ICW. [ach/PR]