BUMN Gula butuh Investasi Hingga Rp2,7 Triliun

JAKARTA, RIMANEWS-Untuk mendukung peningkatan produksi gula selama tahun 2013-2014 dibutuhkan investasi hingga Rp2,7 triliun. Hal itu dikatakan Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN Zamkhani.

Investasi tersebut akan dipergunakan untuk  investasi di bidang on farm dan off farm.

"Sumber pendanaan akan berasal dari dana sendiri, ekuitas, dan dana pihak ketiga," ujar Zamkhani dalam Rapat Kerja BUMN Gula dengan Komisi VI DPR terkait peningkatan produksi gula di Jakarta, Senin (2/7).

Menurut Zamkhani, luas areal penanaman pada 2013 dan 2014 ditargetkan 312.948 hektare dan 322.972 hektare, dengan jumlah tebu masing-masing 26.249.000 ton dan 27.425.000 ton.

Jumlah tebu yang dihasilkan untuk mendukung target swasembada gula nasional tahun 2012 untuk tahun 2013 dan 2014, yakni 2.155.960 ton dan 2.320.856 ton.

Sementara itu, produktivitas gula tahun 2013 dan 2014, yakni 83,9 ton per hektare dan 84,9 ton per hektare, rendemen masing-masing 8,21% dan 8,46%, serta kapasitas terpasangnya masing-masing 181.630 TCD (ton cane day/ton tebu per hari) dan 186.739 TCD.[ach/B1]