Wednesday, 16 April 2014

Breaking News

Inilah Kisah Nyata Penculikan yang Heboh di Twitter

JAKARTA,RIMANEWS-Kronologi penculikan disertai kekerasan yang sempat menghebohkan media sosial di Twitter semakin jelas. Dua orang korban yang tengah mengendarai mobil dipepet pelaku yang juga menggunakan mobil. Korban kemudian disekap dan mendapat aksi kekerasan di sebuah hotel hingga akhirnya berhasil melarikan diri dan melapor ke Polsektro Pulogadung.

Kepala Seksi Humas Kepolisian Sektor Metro Pulogadung Aiptu Abdul Chafid mengungkapkan, Minggu (1/7/2012) pukul 03.30 WIB, mobil Honda Jazz bernomor polisi B 8094 JZ milik korban dipepet oleh mobil Toyota Avanza bernopol B 99 PW. Mobil korban dipepet di depan SMA Pangudi Luhur, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Pas diberhentikan oleh pelaku, dua korban, satu perempuan, satu laki-laki, dimasukkan ke dalam mobil, diborgol dan diplakban matanya, diikat tangannya. Di dalam, dia dituduh bawa narkoba," ujarnya saat ditemui wartawan di Polsektro Pulogadung, Senin (2/7/2012).

Berdasarkan laporan, kedua korban bernama Astrid Indah Pratiwi dan Irman Febrianto (bukan Irman Febrianti yang diberitakan sebelumnya). Keduanya bersahabat. Oleh pelaku, korban sempat diajak berputar-putar hingga akhirnya disekap di Hotel By Pass Inn, Jalan A Yani, Pulomas, Jakarta Timur.

"Menurut keterangan korban, pelaku ada tujuh orang. Korban membantah membawa narkoba. Akhirnya mereka dibawa ke hotel dan meminta tebusan Rp 30 juta kepada keluarga, tapi belum sempat," lanjutnya.

Salah seorang dari pelaku sempat menunjukkan kartu anggota kepolisian saat melakukan aksinya. Korban atas nama Irman pun mendapat kekerasan hingga mengalami luka di kepala saat disekap di hotel tersebut. Tak berhasil menghubungi keluarga korban, pelaku kemudian meminta Astrid mengambil uang di ATM. Sementara Irman masih berada di hotel.

"Ambillah uang di ATM Plaza Arion, korban kemudian buat ulah sehingga menimbulkan kecurigaan satpam. Akhirnya, terungkap bahwa dia pelaku penculikan. Pelaku sempat kabur dan dipukuli warga," katanya.

Dua satpam Arion Plaza dan korban atas nama Astrid membawa seorang pelaku ke Polsektro Pulogadung sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku berinisial AT (25). Dari kantong pelaku, petugas mendapati sebuah korek gas berbentuk pistol dan kartu anggota kepolisian palsu. Mendapat laporan tersebut, anggota kepolisian langsung bergerak menuju hotel.

"Ternyata pelaku sudah berhasil melarikan diri. Sementara korban yang satunya lagi masih disekap di sana. Mobil korban juga masih ada di hotel. Enggak bisa dibawa ke mana-mana, enggak ada kuncinya. Kalau mobil pelaku sudah kami amankan," katanya.

Pelaku berhasil menggondol sejumlah harta korban, yaitu laptop merk Lenovo, dompet berisi uang Rp 463.000, ponsel BlackBerry, surat-surat berharga, proyektor, dan pengeras suara. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 11,8 juta. Kini, kasus tersebut ditangani Unit Reserse dan Kriminal Polsektro Pulogadung. Tim tengah memburu pelaku lainnya. (KCM/Kompas)