MOSKOW, RIMANEWS - Hasil buruk yang didapatkan tim nasional Rusia di ajang Piala Eropa 2012 ternyata berbuntut panjang. Salah satunya adalah pengunduran diri Ketua Federasi Sepakbola Rusia (RFU) Sergei Fursenko yang diumumkannya, Senin (25/6) di Moskow, Rusia.
Fursenko yang duduk di dewan eksekutif badan sepakbola Eropa (EUFA) mengumumkan pengunduran dirinya usai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Saya memohon maaf kepada para pendukung timnas Rusia atas hasil yang dicapai (di Piala Eropa), Dan saya telah mengambil sebuah keputusan yang sulit untuk mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua Russian Football Union (RFU)," ujar Fursenko kepada Putin seperti yang dirilis Kremlin.
Kepemimpinan Fursenko mendapatkan kritik keras dari publik Rusia menyusul kegegalan di Piala Eropa Polandia-Ukraina 2012, Fursenko dikritik lantaran kegagalan timnas lolos dari fase grup setelah pada pertandingan terakhir Grup A yang merupakan partai penentuan Rusia ditundukkan Yunani 0-1.
Fursenko pun dianggap bertanggung jawab terhadap penunjukan pelatih timnas asal Belanda, Dick Advocaat, pada 2012 lalu setelah sebelumnya menolak memperpanjang palatih asal Belanda lainnya, Guss Hiddink, yang sukses membawa Rusia menembus babak semifinal Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss, tetapi gagal membawa Rusia lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Fursenko yang saat ini berusia 58 tahun baru dua tahun menjabat sebagai Ketua RFU, Dirinya ditunjuk menjadi Ketua RFU pada Februari 2010 setelah sebelumnya menduduki jabatan sebagai Presiden Klub Liga Primer Rusia, Zenit St Petersburg, selama 4 tahun.
Pengunduran diri Fursenko sendiri ditanggapi beragam oleh beberapa praktisi sepakbola Rusia. Mantan Perdana Menteri Rusia yang kini menjabat sebagai ketua klub Dynamo Moskow, Sergei Stepashin, mengatakan pengunduran diri Furshenko merupakan hal yang wajar mengingat hasil buruk yang didapat oleh Rusia di ajang Piala Eropa.
Namun, mantan Ketua RFU, Vyacheslav Koloskov, justru mengecam keputusan Fursenko untuk mengundurkan diri. Menurutnya, Fursenko seharusnya tidak meninggalkan 'kapal yang sedang tenggelam'.
Koloskov yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) pun menengarai keanehan di balik keputusan Fursenko tersebut.
"Sekitar tiga atau empat hari lalu, Fursenko menyatakan akan segera mencari pelatih baru untuk timnas yang membuktikan dia tidak mempunyai rencana untuk mengundurkan diri. Sesuatu pasti telah terjadi yang membuatnya segera mengubah keputusan," jelasnya.
Akan tetapi, Koloskov menghormati keputusan yang diambil oleh Fursenko.
"Saya pernah berada di posisi seperti dia beberapa tahun lalu (setelah kegagalan Rusia di Piala Eropa 2004, tapi saya hanya berpikir keputusannya untuk meninggalkan kapal yang sedang tenggelam bukan sebuah keputusan yang tepat," tandasnya.(yus/MI)