Salah satu kota di Turki yang memiliki keindahan alam dan banyak meninggalkan warisan sejarah agung yakni Istanbul. Para pelancong dari berbagai belahan dunia silih berganti mengunjunginya. Istanbul mendapat predikat kota kekaisaran karena pernah bergantian menjadi ibukota kekaisaran agung Byzantium, Konstantinopel, dan Usmani. Meskipun, di Istanbul pernah terjadi gejolak besar-besaran dalam sejarah para kaisar Romawi maupun Usamani, segala keindahan alam dan warisan sejarahnya masih terjaga hingga saat ini. Baik dari pengepungan, penjarahan, penaklukan, kebakaran, musuh maupun bencana alam.
Buku biografi kota Istanbul ini, menjadi pedoman bagi siapa saja yang hendak menjelajahinya. Menurut penuturan John Freely, dari sekian banyaknya Kaisar yang pernah bertempat tinggal di Istanbul salah satunya yakni, Kaisar Suleyman(1520-1566). Ia, merupakan salah satu Kaisar terlama yang menempati kota Istanbuli. Semasa hidupnya, ia juga pernah membangun dua bangunan besar menakjubkan yang di dirikan terpisah oleh waktu seribu tahun.
Berwisata ke kota kekaisaran, kita dapat menjumpai, menyaksikan monumen, dan museum klasik peninggalan para kekaisaran agung. Pemandangan keduanya dapat terlihat dari kaki langit yang agung diatas Tanduk Emas. (hal, 259) Sebagai kota “klasik” yang mampu bertahan dari berbagai perubahan fantastis seperti agama, bahasa, status, politik, dan nama membuat kita semakin penasaran padanya bukan? Wajar, jika dari setiap masa para Kaisar agung selalu mempertahankan dan menjaganya dari tangan-tangan jahil yang ingin merusaknya.
Konon, jika berada di Istanbul, kita dapat menikmati berbagai suguhan keindahan, keajaiban, dan keagungan alam seisinya. Warisan sejarah seperti sejumlah monumen dan reruntuhan bangunannya, yang kini menjadi saksi bisu sejarah kota tersebut, serta penghias bagi puncak bukit di kedua sisi selatannya. Balikli menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan.
Bahkan, tempat tersebut juga di sakralkan peziarah dari umat Islam dan kristen. Karena ada sumur suci yazma”sumur suci Panayia Zoodochos Pege” perawan dari mata Air kehidupan. Menurut pakar sejarah penulis buku ini, barangsiapa yang meminum air suci dari sumur yazma dapat menyembuhkan dari segala penyakit. Pengetahuan mengenai kota kekaisaran itu dapat terjelaskan lewat buku ini. Pembaca bakal merasakan petualangan sejarah mengasyikan karena mampir ke ruang kultural yang membentang dari masa kekaisaran Byzantium hingga Usmani.
John Freely menjelaskan sejarah kota Istanbul sangat mengagumkan. Istanbuldi gambarkan dalam konteks sejarah hidup, terutama tentang peran yang mereka mainkan dalam kehidupan politik, keagamaan, keintelektualan, seni, dan sosial.Kota yang dahulunya pernah menjelma sebagai metropolitan klasik menyimpan banyak peristiwa sejarah penting. Istanbul di kelilingi oleh karangan bunga air di selat sempit Bospurs.
Kota kekaisaran ini di dirikan oleh “Byaz” putra dari Poseidon dan bidadari Kerosessa sekitar 692 SM. Kota yang terletak, di bukit Akropolis Megara. Bukit Arkopolis yang curam di tempat menyatunya Bospurs dan Tanduk Emas menjadikan sebuah pelabuhan alami yang luar biasa serta di lindungi oleh lautan dari berbagai sisi. Sehingga, kota itu penuh dengan pemandangan indah.
Bahkan, mengalahkan kota-kota yang ada di Turki lainnya. Sebagaimana, karya-karya lain yang ia tuliskan. Setidaknya, lebih dari 40 judul buku-buku sejarah sudah ia tulis dalam bentuk buku. Seperti, sejarah, Istambul, Athena, Venesia, Turki, Yunani dll.Lewatbuku ini, membantu kita menjelajahi kota kekaisaran.
_________________________________
Peresensi : Ahmad Faozan,Bergiat di Renaisant Institute,Yogyakarta
Judul Buku: Istanbul Kota Kekaisaran
Penulis: John Freely
Penerbit: Pustaka Alvabet
Tahun: Maret 2012
Tebal: 492 halaman