JAKARTA, RIMANEWS --Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak adanya tindakan lebih lanjut yang dilakukannya dalam menangani kader-kader bermasalah di dalam, bukan berarti SBY sudah tidak memiliki taji.
Ketua DPP PD Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Ruhut Sitompul menegaskan SBY akan mengambil tindakan yang tegas jika kisruh internal partai tidak kunjung usai sepulang dari KTT G-20 di Meksiko.
"Tunggu saja Pak SBY pulang. Ini kan ada tahapan-tahapannya. Kemarin kan sudah dengan bahasa tubuh terus dengan ucapan dan selanjutnya dengan tindakan," jelasnya kepada wartawan di DPR, Rabu (20/6).
Ucapan Ruhut itu tidak bisa dilepaskan dengan sikap Ketua Umum PD Anas Urbaningrum yang masih berkeras bertahan di posisinya meskipun banyak yang menginginkan Anas mundur secara legowo karena kasus hukum yang membelitnya.
Hingga saat ini belum ada langkah konkret dari Anas dan kader PD lainnya, meskipun secara tersirat sudah disampaikan dalam pidato SBY di Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD-PD) 13 Juni 2012 yang lalu.
Ruhut menegaskan, jika hingga 2014 tidak ada langkah konkret yang diperlihatkan Anas dan kawan-kawan dipastikan PD akan hilang dari peta politik Indonesia. "Tenggelam itu kapal kalau menunggu asas praduga tak bersalah," serunya. (Wrh/mi)