Bila " Tiga Dara" Bahasakan Rindu Lewat Kata

    • BAHASA RINDU

      Oleh: Ayano Rosie, Jessica Permatasari, dan Rahysta
       

      den mesa waktu (pada suatu waktu)

      lako pada nasan to tau (berlaku pada semua orang)

      metawa sola kumallak (tertawa dan menangis)

      tapi tatta masannang (namun tetap bahagia)

      feeling of human (perasaan manusia)

      feelings (perasaan)

      tears in heart (air mata dalam hati)

      smile on lips (senyumlah pada bibir)

      happiness (kebahagiaan)

      naru hodo (karena itu)

      me to kokoro wa (mata dan hati )

      tsuneni shuukoku suru (selalu menyatu)

      merodi o sukusei suru (mencipta melodi)

      akogare (rindu)

      yanwae an jiong to sam ( karena mata jendela hati)

      wakwa hay cungi sam tim kong ( gambaran hati yang bicara)

      siong kinto yuko kwaju ( ingin bertemu saat merindu)

      sayi tik ansoi wanwae kwaju ( dan teteskan air mata saat memendam rindu)

      Est-il vous le désirer? (kamukah rindu?)

      oui... (ya...)

      vous êtes la mélodie de la nostalgie (kamulah melodi rindu)

      que rencontre le cœur (yang memenuhi hati)

      est entré dans l'âme (masuk dalam jiwa)

      dan singgahlah di lautku

      'kan kubentangkan layar

      menemani sampan cintamu

      mengarungi rindu ini.

      Makassar-Yogya-Hong Kong

      16 Juni 2012

  • Driya Widiana M S

    Driya Widiana M S

    • *)  Tiga Perempuan Penyair Muda menyatukan rindu dengan bahasanya masing-masing. Kumandang Sastra memersatukan mereka dan siapa saja,untuk menmenumpahkan kreatvitas mereka dalam hal menyetubuhkan aksara. Rak peduli bahasa apa yang mereka pakai.( Didik Soepardi Ms, Pengiat Satra Tinggal dan Berkarya di Semarang)