JAKARTA, RIMANEWS-Untuk melestarikan permainan tradisional khususnya layang-layang, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat menggelar Festival Layang-layang. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-485 Kota Jakarta ini berlangsung di sisi selatan Monas, Minggu (17/6). Sebanyak 208 layang-layang tradisional (koang-koangan) dan layang-layang kreasi menghiasi langit Monas.
Kasie Atraksi dan Pemberdayaan Masyarakat Sudin Pariwisata Jakarta Pusat, Salma Talaloe mengatakan, festival ini menampilkan lomba layang-layang, eksebisi layang-layang buah karya perajin dari berbagai daerah serta workshop layang-layang.
Untuk lomba layang-layang Tradisional (Koang-koangan) dan layang-layang Kreasi, lanjutnya, diikuti oleh masyarakat luas, khususnya dari 44 kelurahan se-Jakarta Pusat dengan membuat 2 jenis layangan. "Jadi ada 88 layang-layang yang akan diperlombakan," ujar Salma, Jumat (15/6).
Sedangkan untuk eksebisi layang-layang, sambung Salma, menampilkan beragam jenis dan bentuk layang-layang dari perajin layang-layang di wilayah Jakarta Pusat dan berbagai daerah dengan menampilkan 20 layang-layang berbentuk 2 dimensi dan 3 dimensi.
Sedangkan untuk workshop layang-layang, menampilkan 100 buah layang-layang yang akan digambar dan diterbangkan oleh anak-anak dan pengunjung Monas.
Dikatakan Salma, kegiatan workshop juga sekaligus untuk membagi ilmu dan pengetahuan kepada anak-anak seputar layang-layang Indonesia yang dipandu oleh pelayang profesional. Nantinya, anak-anak juga akan diajarkan cara pembuatan layang-layang serta sejarah keberadaan layang-layang sejak dahulu kala.
Ia berharap, Festival Layang-layang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta, bahwa langit Jakarta dapat dimanfaatkan sebagai ajang atraksi wisata untuk menarik kunjungan wisata nusantara maupun mancanegara.[ach/BJ/Warkot]