SURABAYA, RIMANEWS-Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Drs H Sirmadji Tj menyerukan seluruh pengurus DPC, kader maupun simpatisan partai untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran proses transit buah-buahan dan sayuran impor di Jatim. Pasalnya, kalau buah-buahan dan sayur impor masuk Jatim, bisa mengancam produk petani hortikultura lokal.
"Surplus produksi hortikultura lokal di Jatim mencapai ribuan ton, sehingga Provinsi Jawa Timur tidak membutuhkan injeksi buah-buahan dan sayuran impor," tandas Sirmadji, Minggu (17/6).
Sesuai data Dinas Pertanian Jawa Timur medio Februari 2012, beberapa komoditi hortikultura mengalami surplus untuk memenuhi kebutuhan lokal masyarakat Jatim. Seperti wortel yang jumlah produksinya mencapai 45.096 ton pada 2011 lalu, tapi kebutuhan konsumsi wortel di jatim hanya 25.990 ton. Jenis komoditi kentang mencapai 110.459 ton sedangkan kebutuhan konsumsinya hanya 22.486 ton. Demikian dengan produk bawang merah lokal yang mencapai 217.306 ton, sedangkan tingkat konsumsi hanya 101.185 ton.
Kekhawatiran timbulnya kebocoran ini disampaikan Sirmadji, karena Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu pelabuhan transit buah-buahan dan sayur impor yang resmi diberlakukan 19 Juni depan. "Masyarakat khususnya kader PDI Perjuangan se-Jawa Timur, harus terlibat aktif dalam pengawasan distribusinya agar tidak merambah pasaran hortikultura lokal," ucap Sirmadji.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menambahkan, seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur akan secara konsisten mengawasi kinerja aparat dalam menjamin tidak beredarnya buah-buahan dan sayuran impor. Secara khusus, dia berharap anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi A dan Komisi B segera melakukan koordinasi efektif dengan asosiasi petani hortikultura lokal dan eksekutif daerah dalam mengawal proses transit hortikultura impor itu.
Dia menambahkan, seruan PDI Perjuangan Jawa Timur secara teknis bersifat represif dan persuasif. “Dalam tindakan represif, pengurus DPC PDI P se-Jawa Timur bisa bekerjasama dengan pihak asosiasi petani hortikultura dan pihak berwajib untuk melakukan tindakan terhadap perdagangan buah-buahan dan sayur impor di pasar-pasar lokal.
Sedangkan yang terkait tindakan persuasif, tambah Sirmadji, pihaknya mengajak seluruh pengurus, anggota, kader maupun simpatisan PDI Perjuangan tidak mengonsumsi buah-buahan dan sayur impor.
"Setiap agenda resmi PDI Perjuangan di setiap wilayah diserukan untuk tidak menyajikan buah-buahan dan sayuran impor. Sehingga dalam hal memperjuangkan amanat rakyat, tapi juga dalam tindakan," pungkas Sirmadji. (*)