JAKARTA, RIMANEWS - Survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bisa jadi membuat Partai Golkar gembira. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 2 Juni hingga 11 Juni 2012, partai berlambang beringin itu menempati posisi pertama dengan jumlah dukungan sebanyak 20,9 persen, disusul dengan PDI Perjuangan sebanyak 14 persen, dan Demokrat 11,3 persen.
"Untuk pertama kalinya Golkar menembus dukungan di atas 20 persen. Jika bisa mempertahankan tren tersebut, Golkar berpotensi menjadi pemenang pemilu pada 2014 mendatang," kata Adjie Alfaraby, peneliti dari LSI, dalam konfrensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Ahad, 17 Juni 2012.
Dari hasil survei yang dilakukan LSI sejak Januari 2011 Golkar memang terus mengalami peningkatan. Saat itu Golkar mendapat dukungan 13,5 persen, meningkat menjadi 17,9 persen pada Juni 2011. Oktober 2011, jumlah dukungan kembali naik menjadi 18,2 persen, 18,9 persen pada Januari 2012, dan 20,9 persen pada Juni 2012.
Sebaliknya, tren Demokrat terus mengalami penurunan. Pada Januari 2011, LSI merilis tingkat dukungan Demokrat sebesar 20,5 persen, jumlah tersebut turun menjadi 15,5 persen pada Juni 2011. Dukungan sempat naik pada Oktober 2011 menjadi 16,5 persen. Namun kembali menurun pada Januari 2012 menjadi 13,7 persen dan 11,3 persen pada Juni 2012.
Sementara untuk partai menengah lainnya, seperti PAN, PKS, Gerinda, dan Hanura, masih menempati posisi partai menengah dengan jumlah dukungan di bawah 5 persen. "Partai baru Nasional Demokrat saat ini masuk dalam jajaran partai yang mempunyai dukungan di bawah 5 persen," kata Adjie.
Menurut Adjie, terus meningkatnya dukungan terhadap Golkar dikarenakan partai itu telah lama merintis program nyata kepada masyarakat seperti usaha kecil dan mendekati pemilih mayoritas dengan memberikan perhatian khusus pada budaya Jawa. "Maka kalau ini terus dipertahankan dan Golkar dapat menjaga blunder politik, partai ini berpotensi menang," katanya.
Sedangkan terus merosotnya jumlah dukungan terhadap Demokrat, menurut Adjie, dikarenakan partai pemenang pemilu 2009 ini terlalu disibukkan oleh pertengkaran elite dan tersanderanya partai oleh beberapa kasus korupsi seperti Wisma Atlet dan Hambalang. "Kalau partai tidak mengambil sikap atas kasus itu, kemungkinan besar Demokrat akan menjadi partai menengah pada 2014 mendatang dengan jumlah dukungan di bawah 10 persen," katanya.
Adjie memastikan survei yang dilakukan lembaganya bebas dari kepentingan partai mana pun. Menurut dia, survei dilakukan dengan menggunakan validasi demografi yang dibandingkan dengan data Badan Pusat Statistik. "Survei dilakukan di seluruh provinsi dengan penyebaran responden disesuaikan populasi penduduk," katanya.
Adjie menuturkan survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200. Survei itu, kata Adjie, menggunakan kuesioner dengan metode wawancara tatap muka langsung. "Margin of error 2,9 persen. Survei juga dilengkapi riset kualitatif," katanya. [mam/tmp]