SBY Pemboros APBN ??

JAKARTA, RIMANEWS - Tahun ini, anggaran untuk staf khusus Presiden SBYmencapai Rp 33,1 miliar. Ini merupakan angka yang tidak sedikit dan cukup menggambarkan bahwa SBY sangat boros.

Demikian disampaikan Kordinator investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafy, kepada pers di Jakarta (17/6).

"Karena itu, pengangkatan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Firmanzah, sebagai staf khusus Presiden SBY di bidang ekonomi, semakin memperlihatkan bahwa  SBY tidak pernah konsisten dengan kebijakan penghematannya, dan akan semakin membebani APBN," kata Uchok.

Menurut Uchok, alokasi anggaran sebesar Rp 33,1 miliar saja sudah menjadi menjadi bukti bahwa SBY menjebol APBN tahun 2012, dan jauh dari gerakan penghematan yang sudah dicanangkan. Apalagi ditambah lagi dengan staf khusus bidang ekonomi, dan berarti staf khusus Presiden menjadi 17 staf khusus. 

"Ini artinya, alokasi anggaran yang berasal dari APBN, dari pajak rakyat akan banyak dipergunakan untuk kepentingan birokrasi seperti penyelenggaraan pperasional dan pemeliharaan Perkantoran daripada untuk kepentingan rakyat miskin. Jadi, dengan demikian, uang pajak rakyat banyak dihambur-hambur hanya kepentingaan staf khusus Presiden daripada kebutuhaan rakyat sendiri," tegas Uchok.

Selain itu, lanjut Uchok, kinerja para staf khusus ini tidak berpengaruh dan tidak berdampak positif bagi kehidupan masyarakat. Dan yang terjadi justru tumpang tindih antara staf khusus dengan kementerian terkait.   [ cia / HRM ]

 

Kata Kunci