JAKARTA, RIMANEWS - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berdalih ada upaya adu domba terkait banyaknya komentar mengenai ketidakhadirannya dalam pertemuan pendiri, deklarator, serta pengurus daerah partai, Selasa (12/6) lalu.
Banyaknya kasus yang menimpa para kader Partai Demokrat (PD) membuat stabilitas partai tersebut limbung. Anas menambahkan, hal itu menjadi sasaran pihak yang memang ingin mengacaukan PD.
“ Kami tahu dan kami sadar, kami mengerti ada yang ingin mengacaukan Demokrat. Kami tahu itu,” ujar Anas.
Hal itu disampaikan Anas dalam jumpa pers usai nonton bareng film ‘Soegija’ di Studio XXI Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (15/6).
Anas didampingi oleh politisi PD lainnya seperti Ramadhan Pohan, Saan Mustopa dan Sutan Bhatoegana. Meskipun ada pihak yang dirasa Anas ingin menghancurkan PD, namun ia yakin para kadernya akan tetap kuat.
Anas percaya bahwa tindakan untuk menghancurkan partai yang diketuainya akan gagal. “Kami yakin Demokrat bisa solid dan kompak. Ada upaya adu domba yang saya pastikan gagal,” tambah Anas.
Ramadhan Pohan mengatakan, tidak ada perpecahan di partainya. “Tidak ada kubu di Demokrat, dan hanya ada satu ketua umum Demokrat,” ujar Wasekjen PD ini.
Mengenai pidato Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono yang menyarankan kader yang terseret kasus korupsi keluar dari partai tersebut, Anas menilai bahwa hal itu harus dipatuhi.
“Pak SBY dalam pidatonya itu harus kita garis bawahi, semua penting dan benar. Semua itu jadi panduan kader Demokrat, pasti semua kami setuju, tidak ada yang tidak setuju,” ujar Anas dengan gaya khasnya yang tenang.
Mengenai pertemuan itu sendiri, Anas menilai itu adalah konsolidasi yang baik.
“Rakornas, rakernas, kegiatan silatnas, rapimnas, kemudian pertemuan forum komunikasi pembina dan deklarator PD dan lain-lain, itu semua bagian konsolidasi. Ini energi yang baik bagi partai,” jelas Anas.
Diketahui, Ketua Dewan Pembina PD SBY mengumpulkan Ketua DPD tingkat I PD se-Indonesia di Cikeas, Selasa (12/6) malam. Pada Rabu (13/6) malam, SBY mendengarkan saran dari pendiri PD di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman.
Dalam pertemuan pertama, Anas tidak diundang. Adapun dalam pertemuan di Hotel Sahid, Anas diundang namun absen. Spanduk yang menghiasi hotel berbintang menyambut perhelatan politik itu berisi gambar SBY dan PD, dan tidak ada yang bergambar Anas. Tak ayal, sejumlah pengamat politik menyebut posisi Anas tengah terancam dan tersisih.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) PD, Ventje Rumangkang mengatakan, lembaga yang dipimpinnya bertujuan untuk menyelamatkan partai. Ia membantah jika FKPD dikatakan memiliki agenda tersembunyi ingin menggulingkan Anas dari kursi Ketua Umum.
“ Kami tidak ada keinginan untuk apa itu yang disebut mendongkel Anas. Justru kehadiran kami akan memperkuat posisi dia,” imbuhnya.
Anggota FKPD PD Andi Saiman menegaskan, elektabilitas PD yang turun saat ini disebabkan karena kasus korupsi yang melilit kader PD. Oleh karena itu, dia mengatakan PD harus mengganti pengurusnya dengan orang-orang yang bersih.
“Kalau dipertahankan partai akan hancur,” ujarnya.
Andi mengatakan pendiri PD akan membantu SBY untuk melakukan bersih-bersih. “Kita akan membantu menyelesaikan orang-orang terindikasi terkena kasus korupsi,” imbuhnya. ( bmw / Dtc / Sms )