JAKARTA- Gelembung politik dari Ventje Rumengkang dan Ruhut Poltak Sitompul yang mendesak Anas Urbaningrum mundur dari Demokrat, tidaklah mempan. Masih adu kuat.
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menolak mengundurkan diri lantaran desakan segelintir kadernya.
Menurut Anas, PD punya aturan main yang tidak bisa seorang kader yang belum jelas statusnya atau baru sekadar disebut-sebut diminta mundur.
"Di partai ada aturan main, ada konstitusi yang jelas dan tegas," kata Anas di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
Demikian jawaban Anas saat ditanya wartawan adanya desakan mundur dari kader partainya.
Kehadiran Anas beserta jajaran DPP PD di Plaza Senayan ini adalah dalam rangka menonton bersama film karya sutradara Garin Nugroho berjudul "Soegija".
Foto Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Ventje Rumangkang bersama dua orang wanita cantik beredar luas di media sosial Twitter. Putri Ventje, Vera Febrianti, menyayangkan beredarnya foto tersebut. "Bisa jadi memang dipolitisasi," kata Vera ketika dihubungi Tempo, Jumat, 15 Juni 2012.
Namun Vera menyatakan tidak mengetahui pihak yang ingin menjatuhkan citra sang ayah dengan mengunggah foto tersebut plus disertai komentar miring. Vera menuturkan baru melihat foto tersebut siang ini. Vera yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Demokrat itu pun menyesalkan tindakan pemilik akun Twitter yang mengunggah foto tersebut tanpa mengkonfirmasi kepadanya atau pun sang ayah.
Vera mengatakan publik bisa melihat kalau dalam foto tersebut, minuman yang dihidangkan di meja adalah jus, bukan minuman beralkohol. Vera mengatakan, Ventje memang tidak biasa minum minuman beralkohol. Vera menjelaskan foto tersebut diambil ketika ia bersama sang ayah serta keluarga besarnya bersantap di restoran Loewy, Oakwood, Kuningan, Jakarta Selatan.
Di bagian belakang foto memang samar terlihat tulisan Loewy. Ketika ditanya mengenai dua wanita yang berada di sebelah ayahnya dalam foto tersebut, Vera menjawab sambil tertawa. "Itu saudara-saudara saya," ujar Vera. Menurut Vera, ia dan keluarga besarnya kerap makan bersama di keluarga tersebut.
Vera menuturkan restoran tersebut tak hanya menjadi pilihan untuk ajang kumpul keluarga, tetapi juga rapat bersama rekan-rekannya. Ketika foto tersebut diambil pun, kata Vera, Ventje tidak hanya datang bertiga, seperti yang terlihat. Vera mengatakan ketika itu keluarga besar Ventje ikut dalam acara makan bersama tersebut. "Bahkan cucu ayah yang masih tiga tahun juga ikut," kata Vera.
Vera Febrianti, putri Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, Ventje Rumangkang, tertawa ngakak mendapati kabar ayahnya "bermain" perempuan. Reaksi spontan Vera itu menanggapi foto Ventje bersama dua orang wanita cantik beredar luas di media sosial Twitter.
"Dua orang di sebelah ayah saya itu saudara-saudara saya," kata Vera sembari tertawa ketika dihubungi Tempo, Jumat, 15 Juni 2012. Vera mengatakan foto tersebut memang diambil ketika Ventje sedang makan bersama keluarga besarnya di restoran Loewy, Oakwood, Kuningan, Jakarta Selatan.
Vera mengaku tidak ingat persis kapan foto tersebut diambil. Menurut dia, Ventje dan keluarga besarnya memang kerap makan bersama di resporan tersebut. Tidak hanya untuk ajang kumpul keluarga, di resto itu juga sering diadakan rapat bersama rekan-rekannya.
Ketika foto tersebut diambil pun, kata Vera, Ventje tidak hanya datang bertiga, seperti yang terlihat di foto. Ketika itu, keluarga besar Ventje ikut dalam acara makan bersama tersebut.
Politikus Partai Demokrat itu pun menyayangkan tindakan pemilik akun Twitter @DuoMacan212 yang menunggah foto tersebut tanpa mengkonfirmasi kepadanya maupun Ventje terlebih dahulu. Seharusnya, kata Vera, publik bisa melihat kalau dalam foto tersebut, minuman yang dihidangkan di meja adalah jus, bukan minuman beralkohol. Ventje, kata Vera, tidak biasa minum minuman beralkohol.
Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya pihak tertentu yang ingin merusak citra Ventje dengan foto tersebut, Vera menjawab singkat. "Bisa jadi memang dipolitisasi, tapi saya tidak tahu siapa," ujar Vera.
Ia berpendapat beredarnya foto sang ayah dan kedua saudaranya itu merupakan bentuk politisasi, terlebih dengan adanya komentar miring yang ditulis oleh pemilik akun pengunggah foto tersebut.