EKSTASE 284
seseorang datang ke puncak pertaubatan
ia menjeritjerit kepada yang suci, yang kuasa, kekasih jiwa
“tuhan! tolong bersihkanlah aku
aku telah kotor sekali ya tuhanku
namun tidak berputus asa dari ampunanmu”
kekasih berlari menyambanginya
dengan senang hati dan tersenyum
kekasih menyambut kedatangan orangorang yang datang
ke puncak pertaubatan
dan menyesali segala kesalahan, dosa dan noda yang
diperbuat
“sebanyak apapun dosa (sepenuh langit dan bumi)
aku pasti ampuni dosadosamu!”
orang itu pun ekstase menerima pengampunan kekasih
Tangerang, 20 11 09
EKSTASE 285
datanglah seorang peminta kepada kekasih
dia mengetok pintu rumah pengampunan ilahi
“siapa itu?” ujar kekasih
“aku! si pendosa besar!”
“ada apa?”
“aku sudah bosan berbuat dosa dan kesalahan, ya tuhanku”
“sekarang apa maumu?”
“aku ingin bertaubat ya tuhanku!”
“aduh! sudah lama sekali kau kutunggutunggu
baru hari ini kau datang. kemana saja?” tanya kekasih.
“maafkan aku tuhan!
aku sedang asyik berbuat dosa
saat itu aku memang belum berniat datang
mungkin karena aku meremehkan ampunanmu!”
“he he he. meremehkan aku?
tidak apaapa. jangan takut kepadaku
aku sungguh cinta kepadamu
minumlah segelas air pertaubatan yang kuhidangkan di depanmu”
si pendosa meminum segelas air pertaubatan.
“sekarang, buatlah perjanjian antara dirimu dan diriku”
“perjanjian apa ya tuhan?”
“yaah, apa saja!”
“contohnya?”
“apakah aku (ini pengakuan dirimu) akan mau berkubang lumpur dosa lagi?
atau mulai kini, tetap berada dalam pangkuanmu,
yaa tuhan!” itulah contohnya hambaku.
si pendosa menganggukangguk.
dalam hati si pendosa bergumam:
“aku kira kira tuhan itu angker sekali
ternyata sangat ramah dan sangat mencintai
orangorang yang bertaubat
dan mau kembali ke jalannya yang lurus!”
si pendosa tersenyum sambil pamit untuk kembali ke bumi (rumahnya).
Tangerang, 20 11 09
EKSTASE 286
jiwa pertaubatannya pun bangkit
ia datangi seorang ulama
lalu ia bertanya:
“syekh! aku telah membunuh sembilan puluh sembilan orang
apakah dosadosaku dapat diampuni oleh tuhan?”
syekh itu menjawab:
“wahai lelaki pembunuh
kulihat tak ada jalan pertobatan untukmu
jalan sudah tertutup
kau harus dihukum atas
kesalahankesalahanmu!”
lelaki itu langsung saja membadik syekh itu dengan kelewang
syekh itu pun syahid di tangan pembunuh berdarah dingin
seratus korban telah berlumur darah dan mati
dibunuh lelaki pembunuh itu
ia pun pergi
mencari seorang ulama yang mampu menjawab pertanyaannya
di sebuah tempat
pembunuh itu berjumpa dengan seorang ulama dan bertanya:
“syekh. sudah seratus nyawa telah jatuh jadi korban pembunuhanku
dapatkah dosa dan kesalahanku diampuni?”
dengan tenang syekh itu berkata:
“wahai lelaki – berjalanlah kau ke barat
di sana ada sebuah pesantren dan seorang ulama
yang akan membimbingmu ke jalan pertaubatan”
“jadi syekh yakin, dosa dan kesalahanku dapat diampuni?”
“yakin!” ujar ulama itu.
ia pun melangkah ke barat
dalam pikirannya ia akan bertemu dengan seorang ulama besar
dengan bimbingan ulama itu akan membersihkan dosadosa dan kesalahannya
tapi di tengah jalan lakilaki pembunuh itu terjatuh dan meninggal dunia
para malaikat yang menggiringnya
sejak niat pertaubatan membuncah dalam jiwa
berebut memvonisnya
malaikat yang satu mengatakan ‘ lelaki ini harus masuk neraka!’
malaikat yang lain mengatakan: ‘tidak, ia telah bertaubat.
ia harus dibebaskan dari kesalahan dan dosa.’
habis waktu oleh pertengkaran dua malaikat
sementara mayat lelaki itu belum juga dikubur
salah dari malaikat mengusulkan agar pergi ke beranda ‘arsy
“kita bertanya kepada khaliq, tentang posisi lelaki pembunuh ini.”
“baik, kita berangkat sekarang!” jawab malaikat yang senang bertaubat.
dua cahaya menembus kepekatan langit demi langit
di beranda ‘arsy mereka pun mempertanyakan masalah yang mereka temui
di dunia
“tuhanku, ada seorang pembunuh yang telah membantai 100 orang
ia ingin bertaubat, tapi ia belum sampai ke tempat yang ditujunya
untuk melaksanakan taubatnya
apakah ia ahli neraka atau ahli surga?”
“wahai dua malaikat yang berseteru. ukurlah jarak yang telah ditempuh
lelaki itu.
jika kurang dari setengah perjalanan
ia ahli neraka
jika melebihi setengah perjalanan – lelaki itu termasuk ahli surga”
pamitlah kedua malaikat itu kembali ke bumi.
di bumi mereka mengukur jarak yang telah ditempuh lelaki pembunuh itu
ternyata jarak yang ditempuhnya melebihi setengah perjalanannya menuju
pesantren (ulama) yang di tuju
“berarti ini bagianku!” ujar malaikat penjaga surga.
Tangerang, 21 11 09
Juftazani, bekerja sebagai Penyair, Editor dan Aktifis Keagamaan. Tinggal di Jakarta