Ada Luka, Luka Karena Ditusuk Perbuatan Zina! (EKSTASE 283)

                                        EKSTASE       283

 

 

 

ada luka menganga dalam jiwa
sakitnya sangat lama dan sulit mencari obatnya
luka karena ditoreh oleh permainan judi
kau rasakan sembuhnya entah kapan
kau sendiri pun tidak tahu
dan tak mampu menyembuhkan
ada luka yang sangat menyayat
rasanya seperti jantung diirisiris pisau berkarat
luka karena ditusuk perbuatan zina
amboi, seluruh dunia seakan mengasingkan dirimu ke tempat
yang tak pernah kau rasakan asingnya
kau menambah torehan luka dengan zina baru
dan kau makin terasing dari diri sendiri
dan tiada lagi yang mengasihimu
semua menudingmu si begundal dunia
ada luka yang memborok dalam jiwa
sakitnya sangat perih dan sulit dilenyapkan
luka karena mencuri (korupsi)
kau memasukkan bara api ke dalam tenggorokanmu
api berkobar dalam dagingmu
dan kau tak cukup sekali mencuri (korupsi)
kau ketagihan dan boroknya semakin besar
dan kau sendiri kesulitan mengobati borokmu sendiri
ada luka yang menyebabkanmu mengecil dan rasanya
dirimu sebentar lagi
dipaksa meninggalkan dunia
tapi luka yang menjadikanmu kerdil, mengecil
bagaikan kerakap tumbuh di batu
hidup segan mati enggan
kau tak juga pergi dari sana
luka karena menghisap rokok, ganja dan sabusabu
mengapa kau tempuh luka yang begitu menyengsarakan
dirimu, keluarga dan bangsa?
luka yang paling mengerikan dan sulit diobati
luka karena kau melenyapkan nyawa saudaramu
tanpa alasan jelas
seluruh manusia menudingmu pembunuh
dan kau ingin bersembunyi
tapi dimana pun kau bersembunyi
di sana terdapat manusia
dan kau ingin membunuhnya dan kembali membunuhnya
hingga tak puas – kau seperti kehausan yang tak pernah tersembuhkan
adakah salah satu dari lima luka itu
di antara kita?
sembuhkanlah! sembuhkanlah secepatnya!
sebentar lagi kau akan menghadap kekasih
ruhmu penuh dengan luka
ia tak mau menerima ruh penuh dengan luka
ketika ia melepaskanmu ke dunia
ruhmu putih, bercahaya, suci dan tiada goresan luka!

 

 

                                                      Tangerang, 18  11  09
 

 

Juftazani, bekerja sebagai Penyair, Editor dan Aktifis Keagamaan. Tinggal di Jakarta