Foto Ventje Rumangkang dengan Perempuan Diskotik Beredar

JAKARTA,RIMANEWS- Setelah menyodok''Anas Urbaningrum'' melalui forum para deklarator Demokrat, gilliran kini Ventje Rumangkang jadi sasaran tembak  para petualang. Ini juga ''peringatan'' bagi SBY agar tidak mencoba menggusur Anas ?

Foto Ketua Umum Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Ventje Rumangkang bersama dua orang wanita cantik beredar luas di media sosial Twitter. Pengunggahnya adalah akun anonim bernama @DuoMacan212.

"Venje Rumangkang Ketua FKPD sedang mabuk n dikelilingi kupu2 malm di sbuah diskotik Jkarta,.wow,.hobi lendir juga ya," tulis akun ini dalam celotehannya beserta foto itu, Jumat, 15 Juni 2012. Lendir malam?  Ha ha ha.

Dalam foto itu, Ventje terlihat seperti sedang berada dalam sebuah bar dan berada satu meja dengan kedua wanita itu. Seorang wanita yang tak jelas identitasnya itu terlihat sedang merangkul Ventje yang mengenakan kemeja biru muda dan jaket biru dongker. Tangan kanan wanita itu terlihat berada di bahu sebelah kiri Ventje.

Sedangkan seorang wanita lainnya terlihat berada di sebelah wanita yang merangkul Ventje. Ia terlihat hanya tersenyum dalam foto itu.

"Ventje yang bicara soal moral politik, ternyata di belakangnya cabul. Ventje Rumangkang yang bicara soal politik bersih, ternyata di blakang ia lacur. Akhirnya Rakyat harus menilai, siapa sesungguhnya Ventje Rumangkang," @DuoMacan212 berceloteh lagi dalam empat posting-an di Twitter.

Ventje Rumangkang adalah salah satu pendiri Partai Demokrat. Rabu malam, ia dan para pendiri Demokrat lainnya menggelar acara Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid Jaya.

Dalam pidatonya, Ventje menyatakan keprihatinannya atas kondisi Partai Demokrat yang tengah terpuruk akibat berita keterlibatan sejumlah kader dan elite partai dalam kasus korupsi. Ventje bahkan menyebut mereka yang terlibat ini sebagai anasir jahat yang harus disingkirkan dari Partai Demokrat.

"Semua energi, sumber daya dan modal yang kita miliki hendaknya dan seharusnya hanya fokus untuk satu tujuan: menang Pemilu 2014. Untuk itu, energi atau anasir-anasir yang merusak harus disingkirkan jauh-jauh. Partai Demokrat tidak boleh tersandera atau disandera oleh hal-hal negatif," ujarnya dalam pidato di hadapan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, para pendiri Partai Demokrat serta sejumlah pengurus DPD Partai Demokrat se-Indonesia.

Ia juga meminta kepada SBY untuk melakukan pembenahan untuk menyelamatkan citra Partai Demokrat. "Saya dan forum ini mendukung dan mempercayakan penuh kepada Pak SBY untuk melakukan tindakan korektif guna mengangkat kita kembali dari keterpurukan citra yang sedang tercoreng karena ulah sebagian kader," katanya. Ha ha ha, lendir juga.

Anas Melawan?

Di tengah sorotan atas kisruh di internal partai, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan para pengurus DPP Demokrat berkumpul. Ini perlawanan secara beradab. SBY (sesepuh) boleh jadi pemilik partai, namun Anaslah sebagai pemuda yang paling kuat untuk mengimbanginya. Ibarat SBY pegang ekor, Anas pegang kepalanya. Anas tahu bahwa ikan itu membusuk  dimulai dari kepala.

Namun, bukan dalam pertemuan formal. Mereka berkumpul dengan cara nonton bareng (nobar) film Soegija di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012) sore.

Apa maksud dari pertemuan itu? Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap perfilman Indonesia, Anas mengakui bahwa pertemuan itu sebagai bentuk konsolidasi di internal untuk menghadapi pihak-pihak yang tengah mengacaukan partai Demokrat.

"Ini bagian dari konsolidasi. Jadi bukan hanya Rakornas, Silatnas, Rapimnas, pertemuan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator, dan lain-lain. Acara ini bagian dari konsolidasi. Tidak semua konsolidasi dilakukan formal dan berwajah politik," kata Anas seusai nobar.

Nobar itu diikuti oleh jajaran pengurus DPP Demokrat seperti Jhonny Alen, Saan Mustofa, Ramadhan Pohan, Andi Nurpati, Nova Riyanti Yusuf, dan puluhan kader Demokrat lainnya. Ketua DPP Demokrat Sutan Bhatoegana yang menjadi Sekretaris Jenderal FKPD juga hadir.

Anas mengaku bahwa nobar itu sudah direncanakan lama dan rutin. Pihaknya pernah menggelar acara serupa seperti ketika nobar film Sang Pencerah dan Cut Nyak Dien.

Anas mengaku mengerti bahwa ada pihak yang tengah membuat kekacauan di internal Partai Demokrat agar tidak terjadi kesolidan antar kader. Salah satu caranya, yakni dengan upaya adu domba. Meski demikian, dia menyakini segala upaya itu tidak akan berhasil.

"Partai Demokrat utuh, solid, dan bersatu. Upaya adu domba saya pastikan gagal. Jadi tidak perlu diangkat-angkat sesuatu yang tentensinya adu domba. Saya pastikan 100 persen akan gagal," pungkas Anas.

Seperti diberitakan, posisi Anas sebagai Ketum dinilai berbagai pihak terancam setelah dilakukan dua pertemuan di internal partai.

Pertama, Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan 33 Ketua DPD I di Cikeas, Bogor, Rabu (13/6/2012) malam. Setelah itu, Yudhoyono bertemu dengan FKPD dan para Ketua DPD I di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (14/6/2012) malam. Anas tak ikut dalam kedua pertemuan itu.

Sutan menyebut FKPD mengundang Anas dalam pertemuan di Hotel Sahid. Namun, dia memperkirakan undangan itu tak sampai ke Anas sebelum acara dimulai. "Ngga perlu dipermasalahkan. Tapi acara itu Pak Anas tahu. Kalau ada undangan pasti datang," kata dia.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikabarkan tengah menyusun strategi untuk melawan penggulingan dirinya oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sumber Tempo menyatakan pertemuan itu berlangsung di rumah Anas di Duren Sawit, Jakarta, bersamaan dengan pertemuan Forum Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid, Rabu malam, 13 Juni 2012.

Soal pertemuan di Duren Sawit itu, sumber itu mengaku tak tahu persis apa yang menjadi topik perbincangan. Namun, menurut dia, pertemuan itu dihadiri oleh sejumlah pengurus teras DPP Partai Demokrat yang menjadi pengikut Anas. "Di antaranya ada Saan Mustofa, Gede Pasek, dan Jhonny Allen," kata dia.

Namun, menurut dia, sejumlah strategi telah dirumuskan Anas untuk menangkal serangan SBY. Di antaranyah dengan melakukan serangan terhadap orang-orang dekat SBY. "Penyebaran foto Ventje Rumangkang itu juga bagian dari strategi Anas untuk menyerang orang-orang dekat SBY," kata dia.

Sumber lain mengatakan Anas juga sudah menyiapkan tameng jika SBY berani mendepaknya dari kursi ketua umum. Menurut dia, Anas sudah "menyandera" Edhie Baskoro Yudhoyono. Ia mengatakan Anas memanfaatkan keluguan putra bungsu Presiden SBY ini sebagai tameng. Menurut dia, Ibas telah menerima sejumlah pemberian dari Anas. "Ibas itu sangat lugu, dikasih apa saja sama orang diambil. Padahal yang dikasih Anas ke dia hanya uang receh," kata dia.

Hal inilah, lanjut dia, yang membuat Presiden SBY masih gamang dalam membuat keputusan soal KLB. Menurut dia, Ani Yudhoyono tak akan rela jika anaknya itu ikut terperosok ke dalam kasus hukum bersama Anas. "Bu Ani itu sangat hati-hati kalau sudah menyangkut Ibas," kata dia.

(RM/Tribunnews/KCM/Vivanews/Kps/Tempo)