Telusuri Aliran Uang ke Kongres Demokrat, KPK Periksa Mantan Kader

JAKARTA, RIMANEWS-Kucuran uang dari tim sukses Anas Urbaningrum dalam Kongres Demokrat di Bandung, 2010 lalu diakui Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Gorontalo, Ismiyati Said.

Hal itu diungkap Ismiyati saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek kompleks atlet Hambalang, Bogor, Jawa barat.

"Diberikan secara bertahap, US$ 5.000 dan US$ 2.000 dan satu BlackBerry. Yang memberi duit Pak Umar Arsal (panitia kongres di Bandung," kata Ismiyati di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/6).

Dalam pemeriksaannya, Ismayati mengaku mendapat enam pertanyaan dari penyidik KPK. "Pertanyaannya seputar kongres di Bandung."

Saat menjadi saksi meringankan untuk terpidana kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Muhammad Nazaruddin, Ismiyati mengatakan tim dari DPC Gorontalo dijemput oleh petugas tim sukses Anas di Bandara Soekarno-Hatta sebelum hari pelaksanaan kongres.

Mereka kemudian dibawa ke Hotel Sultan, Jakarta. Di sana, tim DPC mendapat kucuran Rp150 juta.

Setelah pertemuan di Hotel Sultan, tim DPC Guelamo kembali diminta menghadiri pertemuan di Hotel Topas, Bandung. Di sana mereka kembali mendapat duit Rp15 juta dari tim sukses Anas.

Ismiyati menyatakan uang itu mengalir beserta instruksi untuk memilih Anas sebagai ketua umum. Saat pengucuran uang, ia mengaku disodori surat perjanjian. Kesepakatannya, kata Ismayati, "Kader yang memilih Anas akan diprioritaskan sebagai ketua DPC selama dua periode."

Meski menerima kucuran uang, Ismiyati mengaku tidak memiliki bukti selain pemberian BlackBerry. Bahkan ia tidak tahu menahu dari mana uang tersebut. ."Saya pikir itu uang transportasi. Kalau bukti kuitansi saya tidak megang," ujarnya.[ach/MI]

Kata Kunci