Modali Dana Kampanye Caleg, Strategi NasDem Dinilai Memperburuk Pendidikan Politik Bagi Kader

JAKARTA, RIMANEWS - Strategi pemenangan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang memodali calegnya Rp 5-10 miliar di Pemilu 2014 dinilai tidak elegan. Selain itu, cara seperti itu berisiko buruknya pendidikan politik bagi kader partai.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik UI, Iberamsjah, saat berbincang, Sabtu (9/6/2012).

"Cara seperti itu tidak cantik, tidak elegan. Seharusnya partai mengasah kemampuan profesionalitas, keikhlasan kader. Cara itu tidak baik untuk pendidikan politik kader," tegas Iberamsjah.

Meski Nasdem menjamin strategi memberi modal kepada calegnya untuk pemenanagn Pemilu 2014 nanti agar kadernya tidak 'bermain', hal itu tidak serta merta menjadi jaminan mutlak.

"Tidak ada perilaku orang yang dapat dibuat garansi. Dalam teori politik hal itu tidak bisa diperkirakan," jelas Guru Besar UI ini.

Seharusnya, lanjut Iberamsjah, partai tidak menghamburkan uang demi pemenangan kadernya dalam pemilu nanti. Justru yang harus ditumbuhkan partai adalah sikap profesionalitas kader dalam merangkul hati konstituen, tentunya dengan program yang dikendaki rakyat.

"Tidak ada negarawan yang dididik dengan harta. Kejujuran, profesionalitas, ikhlas, itu adalah sikap negarawan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, NasDem menyediakan dana kampanye sebesar Rp 5-10 milyar kepada setiap calon legislatornya. Menariknya, program insentif dana kampanye tersebut juga terbuka bagi politisi dari partai politik lain yang bersedia berjuang bersama NasDem untuk menghadapi Pemilu 2014.(yus/dtk)