JAKARTA-Bursa saham domestik pada Rabu (6/6/2012) diperkirakan akan bergerak sideways. Investor bisa buy on weakness saham yang sudah di level bottom.
Satrio Oetomo, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, hari ini IHSG masih akan bergerak mixed, “Trend turun jangka pendek sudah selesai, namun IHSG belum masuk ke trend naik,”katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, IHSG kemarin mengikuti rebound mayoritas bursa Asia, setelah bank Sentral Australia menurunkan tingkat suku bunga untuk melonggarkan likuiditas dan spekulasi investor atas hasil pertemuan dadakan negara-negara G7 hari ini.
Namun rebound ini masih dikategorikan sebagai ‘dead cat bounce’, rebound terbatas karena tekanan turun yang telah begitu dalam pada harga-harga saham.
Selain itu, belum ada sentimen positif real, yang bisa mengkonfirmasi trend turun sudah selesai. “Pergerakan naik harga saham di seluruh bursa kemarin lebih banyak spekulasi hasil pertemuan mendadak negara-negara G-7,”paparnya.
Tommy menilai, indikator teknikal memperlihatkan IHSG berhasil ditutup di atas resistan awal. Trend turun jangka pendek pun bisa dikatakan sudah selesai, ketika koreksi IHSG tertahan di 3600-3650-an (support yang cukup kuat). Namun, IHSG masih belum memberikan sinyal reversal untuk perubahan menjadi trend naik. “Untuk perubahan trend tersebut IHSG mesti ditutup di atas level 3780,”ulasnya.
Sementara itu, meski koreksi harga saham sudah cukup dalam, fundamental kinerja laba perusahaan-perusahaan Indonesia masih akan tumbuh pada tahun ini, terutama emiten yang berorientasi pasar domestik.
Kondisi ini yang membuat valuasi saham-saham big cap perbankan dan consumer stock menarik bagi investor. “Namun investor masih terus wait and see, belum memanfaatkan momen kejatuhan IHSG untuk bargain hunting,”terangnya.
Menurut Tommy, jika kenaikan IHSG berlanjut namun tidak juga menembus level 3.781, level untuk mengkonfirmasi perubahan trend, maka investor patut kembali waspada dan wait and see.
Rekomendasi saham-saham yang sudah di level bottom, seperti Astra Interantional (ASII) dengan level beli Rp5.900-6.250, kemudian Astra Agro Lestari (AALI) dengan target harga Rp19.000-19.500 dan Lonsum (LSIP) dengan target harga Rp2.400-2.500. “Rekomendasi buy on weakness untuk emiten-emiten ini,”tutupnya. [nat/INILAH)