Wall Street Berakhir Datar

NEW YORK, RIMANEWS-Pada perdagangan semalam, bursa saham Wall Street  ditutup datar setelah akhir pekan lalu jatuh cukup dalam karena kekhawatiran Eropa dan memburuknya data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis.

Sinyal pelemahan ekonomi global serta krisis yang berkepanjangan di Eropa telah mengguncang investor membuat mereka lari dari bursa saham maupun komoditas dan mengalihkannya dalam obligasi pemerintah AS yang dianggap lebih aman.

Indeks saham utama Dow Jones industri turun 17,11 poin (0,14 persen) ke level 12.101,46. Sementara indeks S&P 500 menguat tipis 0,14 poin (0,01 persen) ke 1.278,18, serta indeks saham teknologi Nasdaq juga naik 12,53 poin (0,46 persen) menjadi 2.760,01.

“Saya pikir indeks telah turun terlalu dalam dan cepat, serta reaksi yang berlebihan mengenai data ketenaga kerjaan yang keluar hari Jumat lalu,” kata Fred Dicjson, kepala strategi dari DA Davidson & Co di Lake Oswego, Oregon.

“Dalam waktu dekat, pasar masih akan mengalami koreksi sampai kita mendapatkan berita positif yang keluar dari Eropa,” tuturnya.

Jumat lalu, data tenaga kerja AS jauh dibawah perkiraan analis, dan data order barang manufaktur semalam juga menunjukkan penurunan 0,6 persen di bulan April lalu.

Untuk mendukung pasar dan mencari langkah untuk mengatasi krisis, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak untuk melakukan tindakan yang jauh lebih ambisius, termasuk pemerintah pusat untuk menggelola keuangan daerah, dan kekuatan baru yang besar bagi komisi Eropa, Parlemen Eropa, serta Mahkamah Kehakiman Eropa.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy menganjurkan penyelamatan Eropa langsung terhadap bank – bank di negaranya dengan dukungan dari Komisi Eropa, tetapi Jerman menanggapi dingin terhadap negara ke empat terbesar Uni Eropa.

Sektor finansial yang dianggap paling berdampak terhadap krisis utang Eropa kembali turun 1 persen memimpin kejatuhan. Sementara bursa Nasdaq berhasil menguat ditopang oleh laba Amazon sehingga harganya naik 3,1 persen menjadi US$ 214,57.

Morgan Stanley kembali mengalami tekanan karena pasar obligasi memperlakukan bank tersebut seperti perusahaan yang mempunyai status sampah, dan biaya pinjaman juga meningkat membuat posisinya kurang menguntungkan bahkan sebelum penurunan peringkat. Saham Morgan Stanley jatuh 2,9 persen menjadi US$ 12,36.

Saham jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook kembali turun 3 persen menjadi US$ 26,90. Saham Delta Air Lines turun 11,6 persen menjadi US$ 10,18 setelah melaporkan kinerjanya di bulan Mei. Grupo Aeromexico mengatakan, bahwa Delta membeli saham perusahaan sebanyak 4 persen dengan nilai US$ 65 juta.

Saham yang berpindah tangan mencapai 7,15 miliar, di atas volume rata – rata perdagangan hariannya sebesar 6,85 miliar saham.[ach/tmp]