Rupiah Sore Terdongkrak 30 Poin

JAKARTA, RIMANEWS-Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat sebesar 30 poin pada Senin sore dipicu dari data tenaga kerja AS yang dinilai negatif oleh pelaku pasar uang.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Senin sore naik sebesar 90 poin menjadi Rp9.415 dibanding posisi sebelumnya Rp9.505 per dolar AS.

"Dolar AS melemah terhadap mata uang domestik setelah data tenaga kerja AS memburuk sehingga memicu isu bahwa the Fed harus mengambil pelonggaran moneter tambahan untuk mendorong perkonomian yang sedang rapuh," kata analis Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, perusahaan AS hanya menciptakan 69 ribu lapangan kerja bulan lalu, paling sedikit sejak Mei 2010, dan tingkat pengangguran naik untuk pertama kalinya sejak bulan Juni, kondisi itu menunjukkan pemulihan ekonomi sedang memudar.

"Faktor yang mendukung kepercayaan pada perekonomian AS segera pudar setelah data ini dirilis," ujar dia.

Meski demikian, kata dia, perkembangan buruk dari Eropa masih dicermati oleh pasar. Eropa kini masih menyisakan persoalan rekapitalisasi perbankan Spanyol, negara itu dan Bank Sentral Eropa (ECB) masih belum sepakat mengenai sumber pendanaannya.

Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih menambahkan, sentimen global masih terus negatif terlihat dari imbal hasil Treasury AS yang turun, terendah di 1,452 persen, dan harga minyak mentah yang juga terus turun.

Ia mengatakan, tingkat pengangguran di AS naik menjadi 8,2 persen untuk bulan April, produk domestik bruto (PDB) riil kuartal pertama 2012 tumbuh 1,9 persen, revisi dari 2,2 persen sebelumnya.

"Ekonomi global menghadapi perlambatan ekonomi yang serius sehingga menimbulkan spekulasi kebijakan stimulus baru dari the Fed AS," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu (4/6) tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp9.463 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.333 per dolar AS.[ach/ant]