JAKARTA, RIMANEWS-Pada perdagangan hari ini, Senin (4/6/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup anjlok 3,82 persen melanjutkan pelemahan yang didorong oleh bursa regional.
IHSG BEI ditutup turun 145,18 poin atau 3,82 persen ke posisi 3.654,58. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 25,71 poin (4,01 persen) ke level 615,72.
"Bursa Dow Jones tertekan dipicu dari negatifnya data AS yang dirilis, kondisi itu berdampak negatif pada bursa regional termasuk IHSG BEI," kata analis pasar saham Fadilah Qudsi di Jakarta.
Ia mengemukakan, salah satu data AS yang dinilai negatif oleh pelaku pasar yakni data pengangguran yang meningkat sebesar 8,2 persen, atau lebih tinggi dari ekspekatasi analis yang sebesar 8,1 persen.
Ia menambahkan, hal itu menambah sentimen negatif di pasar saham yang saat ini investor juga tengah mengkhawatirkan krisis di Eropa.
"Belum adanya perkembangan positif di Eropa, ditambah data AS yang negatif menekan indeks saham," kata dia.
Dari dalam negeri, kata dia, tidak ada sentimen negatif yang signifikan sehigga dapat menekan indeks saham domestik.
Saham yang mengalami pelemahan di antaranya, Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp3.750 ke Rp30.500, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp2.750 ke Rp50.000 dan Multibreeder Adirama (MBAI) turun Rp2.100 ke Rp11.000.
Frekuensi transaksi perdagangan saham sebesar 107.461 dengan volume mencapai 3,146 miliar lembar saham senilai Rp3,554 triliun. Saham yang mengalami kenaikan sebanyak 14, sementara 304 saham melemah, dan 32 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 372,75 poin (2,01 persen) ke level 18.185,59, indeks Nikkei-225 turun 144,18 poin (1,71 persen) ke level 8.295,63 dan Straits Times melemah 46,81 poin (1,70 persen) ke level 2.698,90.[ach/ant]