JAKARTA- Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menggelar syukuran atas suksesnya enam perusahaan pelat merah masuk dalam Forbes Global 2000. Kinerja mereka sebagai perusahaan terbuka (Tbk) sangat gemilang. “Keberhasilan enam BUMN ini semoga jadi pemicu BUMN yang lain untuk bisa lebih berprestasi lagi,” ujar Dahlan.
Dikatakan Dahlan, dengan potensi yang sangat besar, tak hanya keenam BUMN ini, BUMN lainnya juga punya peluang yang sama untuk bisa bersaing pada tingkat regional dan bahkan global.
“Kiranya ini bisa menginspirasikan BUMN lainnya untuk bangkit, meningkatkan kinerja, serta berprestasi pada tingkat global. Pada gilirannya akan memperkuat jajaran korporasi Indonesia yang siap masuk ke pasar internasional,” pungkas Dahlan hari ini di Jakarta.
Sebagaimana diketahui enam BUMN masing-masing PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BBNI), PT Semen Gresik Tbk (SMGR)dan PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk (PGN) masuk dalam jajaran 2000 perusahaan andalan global. Sebenarnya terdapat 10 perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam 2.000 perusahaan paling untung sedunia itu. Namun enam diantaranya adalah milik pemerintah.
Menurut Majalah Forbes yang mendaftar 2.000 perusahaan papan atas dunia, krisis global rupanya tidak berpengaruh besar atas kinerja perusahaan-perusahaan ini. Bahkan perusahaan-perusahaan ini masih mengalami pertumbuhan penjualan dan laba sebanyak dua digit pada 2011.
Sebanyak 2.000 perusahaan tersebut membukukan pendapatan sebesar US$ 36 triliun atau naik 12%. Sedangkan dari sisi laba mencapai US$ 2,64 triliun atau naik 11%, dan memiliki aset US$ 149 triliun atau naik 8%. Digoyang krisis, nilai pasar perusahaan ini turun 0,5% sebesar US$ 37 triliun dengan jumlah karyawan sebanyak 83 orang di seluruh dunia.
Sementara itu, dalam pemeringkatan 2.000 perusahaan itu, Forbesmelihat dari sisi penjualan, laba, aset dan nilai pasar. Sedangkan negara yang terlingkup sebanyak 66 negara. Empat diantaranya merupakan negara baru. Dalam hal ini, sudah tradisi, perusahaan-perusahaan raksasa asal Amerika Serikat berhasil memasukan 524 perusahaannya dan kedua adalah Jepang sebanyak 258. Yang mengancam medua negara itu adalah China. China berada di posisi ke tiga, dengan menambah 15 perusahaan baru tahun ini. Sedangkan negara lainnya yang juga menambah jumlah perusahaan adalah Korea Selatan dengan total 68 perusahaan, India 61 perusahaan, dan
Inggris 93 perusahaan. Indonesia sukses memasukan 10 perusahaannya di daftar Forbes 2.000. Enam diantaranya adalah perusahaan BUMN.
Kode Etik Dahlan
Upaya menegakkan governance terus dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kali ini Menteri BUMN Dahlan Iskan merilis 12 larangan yang berlaku untuk pejabat dan pegawai Kementerian BUMN.
Menurut Dahlan, larangan tersebut merupakan kode etik yang bertujuan meningkatkan disiplin pegawai; menjamin terpeliharanya tata tertib; menjaga martabat, kehormatan, citra, serta kredibilitas kementerian; menjamin kelancaran pelaksanaan tugas; dan menjaga iklim kerja yang kondusif. “Serta, menciptakan dan memelihara kondisi kerja dan perilaku yang profesional,” ujarnya melalui salinan peraturan yang dikutip kemarin (29/5).
Aturan tersebut tertuang dalam Salinan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-04/MBU/2012 tentang Kode Etik Aparatur Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Dahlan menyebutkan, kode etik itu berlaku untuk menteri BUMN, calon pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS yang bekerja di Kementerian BUMN, serta staf khusus Kementerian BUMN. “Termasuk, tenaga outsourcing Kementerian BUMN,” katanya.
Dia menyatakan, selanjutnya, Kementerian BUMN membentuk majelis di tingkat kementerian untuk memeriksa dan menetapkan sanksi bagi aparatur yang memangku jabatan struktural eselon I atau setingkat di lingkungan kementerian bila terbukti terjadi pelanggaran kode etik.
Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat menambahkan, kementerian akan membentuk majelis untuk memeriksa dan menetapkan sanksi yang diberikan bila terbukti terjadi pelanggaran kode etik oleh aparatur yang memangku jabatan struktural eselon II, eselon III, eselon IV atau setingkat, dan pelaksana. “Nanti, jabatan dan pangkat anggota majelis tidak boleh lebih rendah daripada jabatan dan pangkat aparatur yang diperiksa,” ucapnya. Pada kesempatan terpisah, Dahlan Iskan juga mensyukuri masuknya BUMN dalam jajaran Forbes Global 2000 sebagai perusahaan dengan kinerja terbaik.
“Menurut dia, selama ini BUMN sering diindentikkan dengan perusahaan-perusahaan payah dan tidak bisa menjadi perusahaan besar. “Tapi, masuknya enam BUMN (dalam Forbes Global 2000) ini menjadi bukti bahwa BUMN bisa menjadi perusahaan kelas dunia. Tahun depan harus lebih banyak,” ujarnya saat acara “BUMN Bersyukur: Bersama BUMN, Berprestasi Membangun Negeri” di JCC, Jakarta, kemarin.
Enam BUMN yang sudah go public tersebut adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menempati peringkat ke-479 daftar Forbes Global 2000. Lalu, Bank Mandiri di posisi ke-488, Telkom Indonesia di peringkat ke-726, Bank Negara Indonesia (BNI) di posisi ke-969, Perusahaan Gas Negara (PGN) di posisi ke-1.351, dan terakhir Semen Gresik di posisi ke-1.674.
Sebenarnya ada 10 perusahaan asal Indonesia yang berhasil masuk jajaran Forbes Global 2000. Selain enam BUMN tersebut, empat lainnya berasal dari swasta. Yakni, Bank Central Asia (BCA) di posisi ke-700, Gudang Garam (ke-1.399), Bank Danamon (ke-1.636), dan Bumi Resources (ke-1.898). (owi/c5/kim/RM/RK/detikvcom)