Tiga Bulan Listrik di Maluku Tengah Padam, Warga Ancam Geruduk PLN

AMBON, RIMANEWS-Warga Desa Laimu Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengancam akan melakukan demo besar-besaran kepada PLN lantaran tiga bulan tidak memperoleh penerangan listrik,.

Salah satu Tokoh Pemuda Desa Laimu bernama Gaus Yapono, Senin (28/5/2012) malam mengatakan, pemadaman listrik di desa tersebut, sudah terjadi tiga bulan lalu tanpa kejelasan.

Terhitung sejak bulan Februari listrik tidak mengalir, namun pihak PLN tidak memberikan alasan jelas pemadaman listrik tersebut.

"Pemadaman listrik sudah terjadi 3 bulan lebih namun tidak pernah diberitahukan kepada masyarakat. Informasi adanya pemadaman baru diberitahukan PLN kepada masyarakat 27 April lalu,” kata Yapono.

Ia mengungkapkan akibat pemadaman sepihak tersebut, warga sangat merasa dirugikan. Padahal selama ini tagihan listrik terus dibayar oleh warga.

Akibat pemadaman tersebut, warga berjanji akan melakukan aksi di sejumlah tempat yakni di Kantor PLN Cabang Masohi dan Kantor PLN ranting Laimu.

"Materi aksi kami sudah disiapkan dan kami juga sudah koordinasi dengan teman-teman mahasiswa di Masohi, untuk melakukan aksi secara serentak,” tegas Yapono.

Kepala PLN ranting Laimu Syair Tehuayo  tidak berhasil dihubungi, sementara Kepala PLN Cabang Masohi Thaib Tualeka hanya menjawab OK lewat pesan singkat.

Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Maluku, La Ode Salimin mengatakan ketersediaan listrik bagi masyarakat merupakan kebutuhan sangat mendasar, olehnya itu pihak PLN harus dapat mengantisipasi persoalan tersebut.

"Sebagai wakil rakyat dari Dapil Malteng, saya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi. Saya berharap persoalan ini segera dibereskan pihak PLN,” pintanya.

Salimin yang juga Anggota DPRD dari Dapil Malteng ini meminta pihak PLN agar dapat mengambil langkah kongkrit sehingga warga tidak dirugikan. Ia berjanji akan menanyakan langsung persoalan tersebut ke pihak PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara.

"Saya akan tanyakan, apa masalahnya sampai terjadi pemadaman seperti demikian. Kasihan warga butuh penerangan, anak-anak mereka juga butuh belajar. Ini harus menjadi perhatian PLN," jelasnya. [ach/Kompas}

Kata Kunci