Jika dipimpin Megawati atau Kristiani Herawati (Ani SBY) pada 2014, Bangsa Indonesia Hancur

JAKARTA- Indonesia hancur jika dipimpin Megawati atau Kristiani Herawati SBY  (Ani SBY) yang sudah sepuh sebagai nenek lanjut usia pada 2014 .  Megawati dan Kristiani sebaiknya jangan dipaksakan sebagai capres 2014.Taruhannya amat mahal: keterpurukan ekonomi dan sosial  di Indonesia sudah sangat dalam, dan bangsa kita di ambang kehancuran. Kini di era SBY-Boediono, para akademisi Barat (AS dan Eropa) memprediksi bangsa Indonesia sudah diambang kehancuran atau krisis karena korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang melampaui batas. Belum lagi beban utang yang menggunung mencapai Rp1700 trilyun, meningkat dari era Megawati Rp1200 trilyun.

''Megawati atau  Kristiani Herawati SBY alias Ani SBY jelas sudah tidak pantas  memimpin bangsa kita yang terpuruk dalam persaingan global. Ada bahaya korupsi dan eksploitasi pertambangan yang brutal,ada 250 juta orang yang harus hidup dan beban itu tidak mungkin diatasi oleh  Megawati dan Kristiani yang sudah sepuh, bangsa ini bakal hancur ,'' kata Aktivis LSM Muhamad Muntasir  (lulusan Fisipol UGM) dan Umar Hamdani, DIrektur Lingkar Studi Islam dan Kebudayaan, kemarin.

Pemerhati politik Nehemia Lawalata menyatakan  peluang Ibu Ani Yudhoyono menjadi Calon Presiden atau Wapres  dalam Pemilu 2014 sudah terbuka. Sebab dari trah Pak Sarwoedhie Wibowo sudah mengalir darah kepemimpinan dan kecerdasan untuk memimpin bangsa, apalagi Partai Demokrat memiliki suara relatif besar di parlemen.

Namun,para analis meyakini, dalam pilpres 2014, suara Demokrat bakal anjlok karena para elitenya korup. Sehingga figur Bu Ani lebih tepat maju sebagai cawapres ketimbang dipaksakan jadi capres.

Dalam hal ini, tokoh senior Alumni GMNI ITB Suko Sudarso mengungkapkan bahwa Ibu Ani SBY memiliki hak konstitusional dan peluang dalam pemilihan presiden 2014 sebagai  salah satu kandidat.  ‘’ Itu bisa dan masuk akal. Dalam hal ini, Bu Ani SBY saya lihat  lebih tepat pada posisi  sebagai cawapres, kalau maju sebagai calon presiden,  tidak jadi.  Saya  kira kalau maju sebagai capres Bu Ani tidak jadi, bakal  gagal dan kalah.  Namun kalau maju sebagai cawapres, Bu Ani punya peluang  dalam pilpres 2014.  Semua orang tahu kan, Demokrat memang menghadapi  persoalan siapa figur kompeten, kredibel dan populer untuk diajukan dalam pilpres 2014,’’ katanya kepada para aktivis dan jurnalis, kemarin.  

 ‘’Dalam demokrasi, maka kemunculan Ibu Negara  kita sebagai capres atau cawapres 2014 dari Partai Demokrat, secara konstitusional jelas sah dan bisa dimengerti,’’ kata Nehemia Lawalata yang juga Ketua Bidang Pengkaderan dan Ideologi PKP Indonesia.

Menurut Nehemia,  dengan melihat gelagat terpilihnya Nurhayati Ali Assegaf  sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI menggantikan M Jafar Hafsah, maka itu sinyal bahwa Ibu Ani punya jalan terbuka menuju pilpres 2014.

Terpilihnya Nurhayati sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD), meski terkesan hal biasa, ada dampak politik yang tak biasa. Mengapa?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan DPP Partai Demokrat memutuskan untuk menunjuk Nurhayati Ali Assegaf sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat. "DPP memutuskan penyegaran kepengurusan di FPD agar lebih optimal, efektif, dan progresif," kata Ibas dalam jumpa pers di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2012).

Selain mengganti pimpinan Fraksi, Partai Demokrat juga merotasi pimpinan alat kelengkapan DPR RI. Wakil Ketua Komisi I dijabat Ramadhan Pohan, Ketua Komisi III I Gede Pasek Suardika, Wakil Ketua Komisi IV Herman Khoeron, Wakil Ketua Komisi V Mulyadi, Wakil Ketua Komisi VI Benny K Harman, Ketua Komisi VII Sutan Bathoegana, Wakil Ketua Komisi VIII Radityo Gambiro, Wakil Ketua Komisi IX Novariyanti Yusuf, Ketua Komisi X Agus Hermanto, dan Wakil Ketua Komisi XI Andi Timo Pangeran.

Sumber di inner circle Anas Urbaningrum menyebutkan penunjukan Nurhayati Ali Asegaf sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat merupakan veto Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebenarnya tetap menginginkan M Jafar Hafsah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat.

Terkait penunjukan Nurhayati Ali Assegaf, sumber tersebut menyebutkan sebagai upaya untuk melapangkan jalan Bu Ani SBY maju ke pilpres 2014. ‘’Tentu tidak mutlak jadi capres, bisa juga cawapres, itu pertimbangan saya. Sebab banyak hal yang harus dipertimbangkan keluarga besar Cikeas untuk menuju jalan ke pilpres 2014,’’ imbuh Nehemia

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli berpendapat wacana mengusung Ani Yudhoyono yang tidak lain ialah istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai capres Demokrat belum saatnya dilontarkan, dan malah membuat rakyat kian kecewa di tengah keterpurukan..

“Saya kira wacana ini akan menghabiskan energi saja, lebih baik pada 2012 ini, pemerintah hendaknya fokus pada kinerjanya yang belum selesai atau masih berjalan,” kata Lili.

Menurut Lili, wacana pengusungan Ani SBY ke capres 2014, tidak akan efektif di tengah kondisi masyarakat yang kini terpuruk dan tengah menagih janji program pemerintah dengan kinerja nyata.