Jumlah Raskin Meningkat, Pemerintah Santai?

SOLO, RIMANEWS - Pemerintah Kota Solo memgaku tidak kaget dengan lonjakan gelontoran beras miskin (raskin) mulai Juni-Desember. Penerima raskin di Solo meroket menjadi 34.929 rumah tangga sasaran (RTS) atau meningkat 59% dibandingkan jumlah sebelumnya yang hanya 21.954 RTS.

"Peningkatan jumlah penerima raskin di Kota Solo mulai Juni nanti tidak

berarti orang miskin terus bertambah banyak. Hal ini terjadi karena Badan Pusat Statistik memperluas kriteria RTS. Dulu pada PPLS 2008, kriteria rentan miskin tidak masuk. Pada PPLS 2011, rentan miskin dimasukkan sebagai penerima, karena itu jumlahnya bertambah banyak," ungkap Kabag Perekonomian Kota Solo Asih Widodo kepada Media Indonesia, Kamis (24/5).

Selain itu, lanjut Asih, kriteria lain yang membuat jumlah penerima raskin meroket adalah warga asal luar daerah berkriteria rentan miskin yang berdiam di kota Solo lebih dari enam bulan juga ikut didata untuk mendapatkan raskin. Karenanya, tidak mengherankan jika terjadi lonjakan jumlah penerima raskin yang digelontorkan dari gudang Bulog.

Asih mengatakan meski ada perluasan kriteria penerima raskin namun data PPLS 2011 ini diyakini lebih memiliki aspek yang kongkret dibandingkan data PPLS 2008 silam.

"Yang terjadi pada PPLS 2008, kami anggap datanya tidak valid. Namun untuk PPLS 2011 ini, saya sendiri ikut nongkrongi proses pendataanya. Karena kami juga berkentingan dengan program pengentasan kemiskinan yang dikawal oleh Komite Penanggulangan Kemiskinan," ujar dia.(yus/MI)