Monday, 21 April 2014

Breaking News

Dahlan Iskan Belum Mundur dari Kabinet SBY, Petral Dibubarkan?

JAKARTA, RIMANEWS - Pihak Istana melalui Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha membantah keras rumor yang beredar di media sosial bahwa Menteri BUMN Dahlan Iskan ingin mengundurkan diri dari jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II.

”Siapa bilang? Saya malah belum dengar. Tidak, tidak. Pak Dahlan Iskan selaku Menteri Negara BUMN menjalankan tugas beliau dengan sangat baik sampai sekarang. Jadi, saya pastikan itu rumor yang tidak ada dasarnya,” tegasnya di Gedung Bina Graha kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (21/5).

Sebagai informasi, rumor yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa mantan Direktur Utama PLN itu sempat berbeda pandangan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik soal pengangkatan jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Di mana, Dahlan Iskan dinilai tak dilibatkan Jero terkait penunjukan jajaran direksi Pertamina.

Soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya sempat memanggil Dahlan, Jero, dan beberapa menteri lainnya ke Istana terkait pengangkatan jajaran direksi Pertamina, Julian mengatakan, jika seorang kepala negara memanggil para menteri adalah hal yang wajar. ”Pergantian direksi BUMN memang domain Menteri BUMN. Tapi bahwa (rapat itu) secara spesifik membahas BUMN tertentu, saya belum pernah mendengar hal itu,” imbuhnya.

Pertemuan SBY dan Dahlan Iskan Bahas Pembubaran Petral

Dalam sebulan terakhir ini, Menteri BUMN Dahlan Iskan intensif bertemu Presiden SBY membahas soal isu pembubaran Petral dan korupsi di Pertamina yang kembali muncul. "Presiden SBY mengajak mendiskusikan soal ini (Petral) dengan beberapa menteri. Termasuk saya. Arahan Presiden SBY jelas dan tegas bagi saya: benahi Pertamina." kata Dahlan dikutip dari situs BUMN, Senin (21/5/2012).

Dahlan mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden SBY meminta Dahlan dan Pertamina mengabaikan pihak-pihak yang mencoba menekan Pertamina dengan mengaku mendapatkan backing dari Presiden SBY. "Kalau ada yang mengaku-ngaku dapat backing dari Presiden, atau dari Cikeas, atau dari Istana abaikan saja. Bisa saja ada yang mengaku-ngaku mendapat backing dari Presiden SBY. Tapi sebenarnya tidak demikian. Jangankan Presiden SBY, saya pun, di bidang lain, juga mendengar ada orang yang mengatakan mendapat backing dari Menteri BUMN!" tegas Dahlan.

Minggu lalu, SBY juga mengadakan pertemuan menjelang tengah malam dengan Dahlan dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan. Beberapa isu soal kebiasaan Pertamina yang masih mengimpor BBM via trader atau pedagang juga disinggung. "Karen melaporkan sudah siap melakukan pembelian langsung, tanpa perantara lagi. Tentu diperlukan persiapan-persiapan yang matang. Tidak bisa, misalnya seperti yang diinginkan beberapa pihak, besok pagi Petral langsung dibubarkan. Pasokan BBM bisa terganggu. Dan bisa kacau-balau," tutur Dahlan.

Menurut Dahlan, kelihatan banyak motif yang berada di belakang isu Petral ini. Setidaknya ada tiga motif:
Ada yang dengan sungguh-sungguh dan ikhlas menginginkan Pertamina benar-benar C&C dan bisa menjadi kebanggaan nasional.

Dengan adanya Petral mereka tidak bisa lagi ‘ngobyek’ dengan cara menekan-nekan Pertamina seperti terjadi di masa sebelum Petral.

Ada yang berharap kalau Petral dibubarkan jual-beli minyak kembali dilakukan di Jakarta dan mungkin bisa menjadi obyekan baru.[sp/dtk/ian]