JAKARTA, RIMANEWS- Pesatnya pertumbuhan industri di Provinsi Banten berpotensi memicu terjadinya ledakan jumlah penduduk akibat meningkatnya pencari kerja di daerah tersebut.
Demikian yang dikemukakan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat, Aidin Tramtamin, Selasa (8/5).
“Saat ini pertumbuhan industri di Provinsi Banten cukup menggeliat dan dipastikan menimbulkan migrasi penduduk dari daerah luar,” imbuhnya.
Pertumbuhan industri berskala besar terbanyak berada di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.
Bahkan, laju pertumbuhan penduduk di daerah industri itu mencapai 4,2 persen per tahun.
Selain itu juga rencana pembukaan Jembatan Selat Sunda (JSS) serta pemetaan kawasan ekonomi barat dan selatan Banten, dipastikan akan menyebabkan ledakan jumlah penduduk.
"Saya kira ledakan penduduk Banten akan luar biasa akibat pencari kerja," ujarnya.
Guna mengantisipasi ledakan penduduk, kata dia, pihaknya melakukan kegiatan pencanangan revitalisasi Keluarga Berencana (KB) Perusahaan di Kota Cilegon.
Dengan kegiatan ini, lanjut Aidin, perusahaan diharapkan dapat melakukan pelayanan dan pembinaan KB kepada karyawan dan lingkungan sekitar.
"Kami ingin mencoba menghidupkan kembali gerakan KB Perusahaan," katanya.
Aidin juga mengatakan, BKKBN bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Serang melaksanakan sosialisasi revitalisasi KB Perusahaan.
"Kami menargetkan kegiatan sosialisasi revitalisasi KB Perusahaan tahun ini antara 10 samapai 20 unit perusahaan," katanya.
Saat ini, lanjut Aidin, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Banten mencapai 2,7 persen dengan jumlah penduduk 11,3 juta.
Kemungkinan dua tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk akibat tingginya pencari kerja dari daerah luar.
Karena itu, kata dia, pihaknya mengimbau masyarakat kategori pasangan usia subur (PUS) menjadi peserta KB.
"Kami melayani KB dengan gratis bagi warga keluarga sejahtera (KS) I dan KS II melalui kader-kader di desa maupun kelurahan," tutupnya.[ach/B1/Ant]