JAKARTA, RIMANEWS - Mata uang rupiah terhadap dolar AS tertekan ke posisi Rp9.240 pada Senin pagi, terbawa sentimen pelemahan nilai tukar euro yang mengkhawatirkan perubahan politik di Perancis.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta hari ini melemah 43 poin menjadi Rp9.240 dibanding posisi sebelumnya diposisi Rp9.197 per dolar AS.
"Pasar Asia melemah hari ini mengkawatirkan perubahan politik di Perancis. Rupiah terbawa sentimen pelemahan euro, tetapi kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah agar tidak tertekan terlalu dalam," kata analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, hari ini.
Ia mengemukakan, Francois Hollande yang mengalahkan Presiden Perancis yakni Nicolas Sarkozy membawa kekawatiran proses penyelesaian krisis utang di uni Eropa (UE) dan retaknya sinergi antara Perancis dan Jerman yang selama ini menjadi motor Eropa.
"Hollande yang anti euro telah menyatakan bahwa pengetatan di sisi fiskal harus dikurangi dan mendesak Bank Sentral Uni Eropa untuk lebih agresif mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Ia mengatakan, Hollande menjanjikan menaikkan anggaran sebesar 20 miliar euro (26,3 miliar dolar AS), menurunkan kembali usia pensiun dari 62 tahun ke 60 tahun, dan menaikkan pajak untuk menutup defisit anggaran tiga persen, dan menghilangkan defisit pada tahun 2017.
"Platform Hollande itu berlawanan dengan strategi yang telah dirancang oleh Eropa dengan defisit anggaran tidak boleh lebih dari 0,5 persen dari PDB," kata dia.
Meski sentimen cenderung negatif, lanjut Lana, fluktuasi rupiah masih terjaga didorong BI yang masih terus mengintervensi pergerakkan rupiah terhadap dolar AS.(yus/ant)