Bambang Widjoyanto dan Busyro Muqqodas Dikecam karena Melindungi Centurygate

JAKARTA,RIMANEWS- KPK harus menuntaskan skandal Century.  Bambang Widjoyanto, Busyro Muqqodas dan tim penyidik tak boleh melindungi Sri Mulyani dan Boediono. Bambang dan Busyro sudah dikecam publik dan jadi bebek lumpuh dalam kasus Century karena justru dilihat publik mereka itu melindungi aktor utama pembobolan bank Century, skandal korupsi paling kotor dan memalukan di era reformasi ini.

Demikian pandangan pengamat politik Dr.Sukardi Rinakit, pengamat ekonomi/Sekjen APPI Sasmito Hadinagoro dan M. Fadjroel Rachman dalam berbagai percakapan dengan RIMA dan pers. Situasi ini sangat buruk dampaknya bagi KPK, bagi Bambang dan Busyro sendiri.  Oleh karena itu mereka harus menuntaskan Centurygate secepatnya, jika tak ingin kehilangan muka dan dicela publik sebagai ''pengkhianat''.

''Kalau KPK hanya membongkar kasus Wisma Atlit dan Hmbalang, tapi tak bongkar Centurygate, itu jelas tebang pilih,'' kata Fadjroel Rachman, aktivis antikorupsi.

Sasmito menyatakan bahwa publik sudah menyebut Bambang dan Busyro Muqqodas berkhianat atas hatinurani rakyat, Bambang juga sama, keduanya berkhianat kafena kepentingan sempit. ''Di mata publik, Bambang dan Busyro sudah kotor, tidak kredibel, malah jadi bebek lumpuh untuk bongkar Centurygate,'' kata Sasmito.

Sukardi Rinakit sangat khawatir dan ragu bahwa Bambang, Busyro dkk di KPK mau menuntaskan Centurygate karena terkesan mereka tidak bekerja sungguh-sungguh, justru terkesan menutupi kasus itu demi kepentingan pribadi dan kelompok elite KPK itu sendiri. '' Masyarakat kita tak lagi percaya karena Bambang dan Busyro terkesan bertindak menutupi Centurygate, tidak menduga jadi seperti ini,'' kata Sukardi dari SSS, lembaga think thank terkemuka.

Pekan ini  massa yang menamakan diri Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (Laki Pejuang 45) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/4). Mereka menuntut lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu mengusut tuntas kasus korupsi seperti Skandal Bank Century, proyek Wisma Atlit, Sarana pembinaan Olahraga Hambalang dan korupsi di Banggar DPR.

Presiden Laki Pejuang 45, Habib Muchsin menilai penyelesaian kasus korupsi yang dilakukan pimpinan KPK sekarang belum maksimal. Selain itu, KPK juga tidak berani menyentuh tokoh-tokoh intelektual di balik kasus mega skandal yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah itu.

"Wisma atlet bukan satu satunya kasus korupsi yang menjadi pekerjaan rumah KPK. Ada kasus Century, Hambalang dan kasus lain," kata Sekjen Laki Pejuang 45, HM Hasbi Ibrohim dalam orasinya.

Disebutkan juga, nuansa tarik ulur dan tebang pilih dalam tubuh KPK, menggambarkan ketidakseriusan KPK dalam menyelesaikan kasus korupsi di Tanah Air.

"KPK harus mengusut keterlibatan Budiono dan Sri Mulyani untuk bertanggungjawab atas kasus Century. Kasus Wisma Atlit I Wayan Koster, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng dan Yulianis," tegas Hasbi.

Nama-nama itu, menurut Hasbi harus dipanggil dan diadili bukan sekedar menjadi catatan hukum.

Selain itu, Hasbi juga menyebutkan bahwa masyarakat masih punya kepercayaan terhadap KPK. Meski begitu, Laki Pejuang 45 meminta agar kepercayaan itu tidak disalahgunakan dengan bermain bersama elite politik.

"Ini akan menjadi titik tolak KPK untuk meraih kepercayaan masyarakat. Jika hal itu tidak tercapai, jangan salahkan masyarakat jika meminta KPK dibubarkan dengan alasan hinga kepemimpinan periode ke tiga Abaraham Samad, KPK memiliki kinerja yang belum maksimal bahkan cenderung menurun," tandasnya.(RMA)

Kata Kunci