JAKARTA-Rizal Ramli berdemo bareng buruh, melawan rezim SBY-Boed yang korup meski kini rezim ini sudah bagai bebek lumpuh. Nampak nyata bahwa Rezim korup SBY-Boediono dihujani demo ribuan buruh se-Indonesia, dimana tokoh nasional Rizal Ramli berdemo bareng buruh dan mahasiswa di Jakarta. Buruh dan mahasiswa menuntut Tritura Jilid II yakni turunkan harga, turunkan SBY-Boed dan cabut UU yang merugikan rakyat. Skandal korupsi Century, mafia pajak, dan korupsi Demokrat harus dituntaskan jika SBY tak mau disebut rezim korup dan kekerasan. Sebab korupsi adalah kekerasan struktural, harus dibasmi demi keadilan.
Mantan Menko Perekonomian era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni Rizal Ramli, ikut turun ke jalan bersama ribuan buruh memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) hari ini, Selasa (1/5/2012).
Rizal mengungkap, aksi demo para buruh ke pusat-pusat kekuasaan menunjukkan,saluran formal yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi buruh, tersumbat.
"Di negara ini, ada pemerintah dan DPR sebagai saluran resmi aspirasi para buruh. Tapi, karena saluran resmi ini tersumbat permanen, maka, aspirasi buruh bersama mahasiswa luber ke pusat-pusat kekuasaan dan wilayah publik," kata Rizal Ramli.
Terjadinya pengalihan saluran aspirasi ini, menurutnya, tidak bisa dipahami hanya sebagai ritual para buruh dan mahasiswa.
"Pergeseran pergerakan buruh yang dilakukan bersama mahasiswa, merupakan pergerakan yang siginifikan mempengaruhi kebijakan pemerintah dimasa datang. Ini, jangan dianggap enteng," tegas Rizal Ramli yang ikut dalam aksi para buruh di Gelora Bung Karno.
Dilihat dari isu yang usung para buruh Rizal mengingatkan, antara lain, menuntut jaminan sosial segera direalisasi, penghapusan outsourcing serta dicabutnya Peraturan Kemenakertrans nomor 17 tahun 2005 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.
Grup Band Slank memukau jutaan buruh yang hadir di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (1/5/2012). Meskipun sudah berjalan cukup jauh dari istana negara, tetapi para buruh seakan terobati dengan kehadiran band papan atas tersebut.
Lagu-lagu yang dibawakan Kaka dan kawan-kawan membuat ribuan buruh bersorak dan seakan kecanduan untuk terus menikmati alunan musik band asal Jakarta tersebut.
Kehadiran Slank dibuka dengan lagu Mayday yang langsung mendapatkan sambutan dari buruh yang memadati tiap tribun di Stadion yang diprakarsai Presiden Soekarno tersebut.
Suara drum yang seakan terus mendebarkan jantung para buruh menjadi suatu semangat baru bagi buruh setelah lelah berorasi menuntut haknya dan berjalan di tengah terik matahari.
Secara berturut-turut para buruh pun disuguhkan lagu-lagu andalan Slank, mulai dari mars slanker, Lo harus gerak, Jurus Tandur, Garuda pancasila, Seperti Para Koruptor, Virus, Di Negeri Orang, Kritis BBM, Ku Tak Bisa Jauh, Terlalu Manis, Bang-bang tut, Tong Kosong, dan ditutup dengan lagu Kamu Harus Cepat Pulang.
Seakan ingin terus bernyanyi bersama Slank, para buruh turus meminta supaya Kaka terus bernyanyi sampai akhirnya acara pun berakhi pukul 17.30 WIB. Hampir satu jam setengah Slank menghibur para buruh yang sudah mendeklarasikan Majelis Pekerja Buruh Indonesia.
Drumer Slank saat dimintai komentarnya terkait hari buruh internasional mengungkapkan bahwa untuk menindaklanjuti permasalahan buruh maka harus duduk satu meja dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Suport terus buruh. (Buruh) Harus besar dan kuat," ungkapnya.
Seperti diketahui, dalam peringatan hari buruh internasional ini, buruh Indonesia menuntut jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, jaminan pensiun bagi setiap buruhn kemudian menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsorcing, memberikan subsidi pada buruh dan keluarganya melalu APBN/ APBD, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional. Ribuan pendemo dari Sekretariat Bersama Buruh yang melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, mengakhiri aksinya dengan membakar atribut aksi.
Sesuai pantauan Tribunnews.com, sekitar pukul 17.00, Selasa (1/5/2012) sore, massa mulai berkumpul di tengah jalan Medan Merdeka Utara lalu membuang seluruh atribut aksi yang sebagian besar dibuat dari kardus dan karton.
Usai mengumpulkan atribut aksi, peserta aksi mulai menyalakan api yang kian lama kian besar. Tak lama kemudian, ribuan massa mulai bergerak menuju ke arah Bundaran HI.
Karena kobaran api semakin besar, aparat kepolisian tidak tinggal diam. Mereka langsung menurunkan watercannon dan langsung menyemprotkan air ke arah kobaran api sehingga dapat dipadamkan.
Ribuan massa yang melihat aksi aparat kepolisian memadamkan kobaran api di depan Istana pun tampaknya hanya memandang dari kejauhan saja tanpa ada perlawanan, sebab buruh sudah bubaran, dengan rasa kejengkelan. .
Tunjukkan Taring
Dalam dua tahun terakhir para pekerja dan buruh telah berhasil menunjukkan taringnya dalam memperjuangkan aspirasi mereka kepada pemerintah. Fakta ini harus disyukuri sebagai karunia dan campur tangan dari Allah Yang Maha Kuasa dalam perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja.
Demikian disampaikan tokoh perubahan nasional Rizal Ramli di sela-sela peringatan hari buruh yang siang itu digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (1/5). Peringatan hari buruh sedunia tahun ini juga ditandai dengan dideklarasikannya Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) dan pembacaan Manifesto Buruh Indonesia.
“Saya menyampaikan selamat memperingati hari buruh kepada teman-teman buruh dan pekerja Indonesia. Saya juga bangga serta kagum atas perjuangan mereka. Dalam dua tahun terakhir, para pekerja dan buruh telah berhasil menunjukkan ‘taringnya’ dalam memperjuangkan perbaikan kesejahteraan mereka kepada pemerintah. Hal ini antara lain ditandai dengan disahkannya UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS,” papar Rizal Ramli yang juga Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan.
Di sisi lain mantan Menko Perekonomian itu juga mengingatkan, masih banyak hal yang harus diperjuangkan. Di antaranya penghapusan sistem outsourcing dan dicabutnya Permenaker No. 17/2005 tentang Kebutuhan Hidup Layak. Namun dia menegaskan, sinergi buruh/pekerja dan mahasiswa serta aktivis bisa menjadi kekuatan dahsyat untuk mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik.
‘Payung Besar’
Sedianya MPBI dideklarasikan oleh tiga presiden konfederasi besar buruh. Mereka adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir. Namun Iqbal harus meninggalkan acara sebelum deklarasi karena istrinya dikabarkan sakit.
"Kami berharap MPBI dapat menjadi ‘payung besar’ bagi bernaungnya berbagai organisasi buruh dan pekerja. Dengan begitu, buruh dan pekerja bisa lebih solid dan memiliki posisi tawar lebih besar dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh Indonesia pada khususnya, dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya,” ujar Iqbal.
Di hadapan puluhan ribu buruh, deklarasi MPBI dan pembacaan Manfiesto Buruh Indonesia
disambut meriah. Mereka juga menyampaikan enam tuntutan yang harus dipenuhi pemerintah. Keenam hal itu antara lain jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia dan jaminan pensiun bagi setiap buruh. Tuntutan lainnya, menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsorcing, memberikan subsidi pada buruh dan keluarganya melalu APBN/APBD, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh sekaligus libur nasional. (*)
(Rm/RK/Tribun).