Ketua Umum Partai Politik yang Oligarkis Tak Layak Jadi Capres, Bahaya Kalau Ical Jadi Presiden!

JAKARTA, RIMANEWS -  Pengamat politik dari LIPI Syamsuddin Haris menyebut penetapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menjadi calon presiden 2014 melalui Rapimnas III Partai Golkar adalah pemaksaan. Ketua umum partai politik yang oligarkis tidak layak menjadi calon presiden.

"Itu yang saya sebut oligarki yang tumbuh dan berkembang. Ketum yang oligarkis tidak layak jadi presiden. Ini berlaku pada parpol lain. Oligarki adalah mengambil keputusan berkehendak atas dasar kelompok kecil," kata Syamsuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/4).

Menurut Syamsuddin, apa yang dilakukan Ical sangat berbahaya kalau jadi Presiden. Ia menyayangkan Rapimnas III dinyatakan sebagai penetapan Ical untuk menjadi capres. Semestinya ada kesepakatan dahulu soal mekanisme pencalonan presiden yang dianut Partai Golkar.

"Katakanlah kalau mekanismenya melalui survey, survey semacam apa? Siapa atau apa? Nah kalau survey itu menghasilkan tokoh selain ketua umum apakah konsisten dilaksanakan Partai Golkar?" tanya Syamsuddin.

Bagi Syamsuddin, mekanisme Rapimnas III yang dilakukan Golkar tidak demokratis. Ia pun menduga ada tiga kemungkinan bila mekanisme penetapan capres melalui survey yang menyatakan elektabilitas Ical tidak paling tinggi. Pertama, tidak diumumkan, dibatalkan, dan dimanipulasi.

"Ini tantangan serius di Partai Golkar," kata Syamsuddin.

Ia juga menambahkan hal itu berpotensi menimbulkan perpecahan di internal Golkar.

"Mungkin pada tingkat elite dan dalam konteks pencalonan presiden," kata dia.[ian/MTV]