Wednesday, 16 April 2014

Breaking News

Duuh, Jumlah Kasus Penceraian Makin Meningkat di Bengkulu

RIMANEWS - Setiap tahunnya, Kasus perceraian di Provinsi Bengkulu terus meningkat. Tidak heran jika angka perempuan berstatus janda di daerah itu mencapai 59.149, tersebar di sejumlah kabupaten/kota daerah tersebut.
 
Banyaknya perempuan berstatus janda berakibat kurang baik terhadap kondisi ekonomi dan sosial keluarga, terutama di pedesaan, demikian ujar Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Hilaluddin Nasir, hari ini.
 
Ia mengatakan, kondisi demikian akan menemukan dua sisi kehidupan, kesenjangan sosial dan ekonomi dapat mempengaruhi ketahanan keluarga dan memperlambat peningkatan kualitas keluarga serta sumber daya manusia ke depan.
 
Ia melanjutkan, rumah tangga dipimpin perempuan akan berdampak kurang baik dari ketahanan ekonomi dan bisa mempengaruhi tingkat pendidikan, namun dari ketahanan sosial kondisi tersebut lebih menguntungkan ketimbang laki-laki yang sebagian besar kurang bertanggung jawab.
 
Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan pendidikan bagi keluarga itu memerlukan perhatian pemerintah untuk mengatasi tingginya angka perceraian tersebut supaya tidak lebih menurunkan kualitas sumber daya manusia ke depan.
 
Kasubbid Penetapan Parameter BKKBN Agus Supardi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu tercatat 1,7 juta jiwa.
 
Dari jumlah itu tediri atas jenis kelamin perempuan sebanyak 715.518 jiwa dan laki-laki 877.159, sedangkan status perkawinan di wilayah Provinsi Bengkulu tercatat 409.140 perkawinan dan perceraian 59.149 terjadi di perdesaan maupun perkotaan.
 
Pasangan keluarga dalam perceraian tersebut terdapat pada masyarakat perkotaan sebanyak 16.904 peristiwa dan tingkat pedesaan mencapai 42.145 kasus kondisi tersebut menunjukkan tingginya angka cerai ditingkat masyarakat desa, ujarnya.(yus/beritasatu)