Dalam hal merespon kunjungan kerja Anggota Komisi 1 DPR (Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Afrika Selatan, Republik Ceko, Polandia dan Jerman bulan April 2012 ini, NU Jerman merasa perlu untuk mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut;
1. NU Jerman meminta kepada DPR RI untuk bersikap transparan dan terbuka mengenai urgensi, target, tujuan, program kerja/agenda, biaya perjalanan, dan hasil–hasil yang dicapai serta tindak-lanjut dari Kunjungan Kerja itu kepada seluruh masyarakat Indonesia.
2.NU Jerman Meminta kepada DPR RI untuk memiliki sense of crises di tengah keterpurukan ekonomi bangsa, dengan bekerja secara efektif dan efisien dengan meminimalisir kegiatan kunjungan-kerja ke luar negeri yang menurut sumber informasi (Seknas FITRA) akan menghabiskan biaya sekitar Rp. 3,1 milyar dengan perincian Afrika Selatan (Rp. 606.425.600) Jerman (Rp. 826.029.600), Republik Ceko (Rp. 1.011.982.400), dan Polandia (Rp 729.564.000). Beberapa pertimbangan antara lain; (a) Alokasi anggaran sebaiknya digunakan untuk program-program yang bermanfaat dan sebisa mungkin dirasakan oleh masyarakat. (b) Jika kunjungan kerja sekedar untuk mengumpulkan informasi, bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti internet (website, teleconference dan lain-lain). (c) DPR RI bisa bekerja-sama dengan perwakilan Indonesia di luar negeri seperti KBRI/KJRI, PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), dan komunitas-komunitas Indonesia lainnya. (d) DPR RI juga bisa memaksimalkan fungsi dan tugas staf ahli DPR atau dengan berkonsultasi dan mendatangkan para pakar yang dibutuhkan baik dari dalam maupun luar negeri.
Demikian pernyataan sikap ini. Semoga dapat memberi kontribusi positif kepada masyarakat luas dan khususnya bagi peningkatan kinerja Anggota DPR RI. Terima kasih.
PCI NU Jerman