Thursday, 17 April 2014

Breaking News

Perancis Ingatkan Suriah Pecah Perang Saudara

PARIS, RIMANEWS - Prancis, Kamis, menyatakan bahwa rezim Bashar al-Assad Suriah telah gagal memenuhi rencana perdamaian PBB dan memperingatkan akan kemungkinan terjadinya perang saudara di negeri itu, kecuali jika pemantau asing memperoleh kesempatan untuk mengawasi gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Alain Juppe menyampaikan hal itu dalam sebuah konferensi di hadapan selusin pejabat senior Ameria Serikat yang mendukung rencana sanksi terhadap Suriah guna memaksa Bashar mematuhi rencana utusan PBB Kofi Annan.

"Rencana Annan adalah suatu kesempatan untuk perdamaian, suatu kesempatan yang tidak boleh diabaikan," katanya seraya memuji revolusi pro-democratic melawan Bashar yang memainkan perannya dan mencela apa yang dilihatnya sebagai sikap keras kepala rezim.

"Oposisi telah memenuhi kewajibannya berdasarkan rencana Annan, yang disambut baik oleh Dewan Nasional Suriah," katanya, mengacu pada payung utama yang mewakili beragam pasukan anti-rezim.

"Kelompok-kelompok di lapangan telah menghormati gencatan senjata, walaupun faktanya koordinasi antara mereka sangat sulit dengan adanya provokasi dari rezim," kata dia.

"Kami tidak dapat mengatakan hal yang sama pada rezim Suriah. Mereka melakukan taktik represif tanpa rasa malu dan telah mengakibatkan puluhan orang tewas sejak gencatan senjata itu mulai berlaku," katanya.

Ia menyerukan sanksi lebih keras lagi pada Damaskus dan agar jumlah dan kemampuan tim kecil pemantau PBB di lapangan perlu ditingkatkan, agar dapat terbentuk tim pemantau yang "kuat dan kredibel" dengan memberikan transportasi darat dan udara untuk menjelajahi negeri itu.

"Rencana Annan merupakan jaminan perdamaian dan kebebasan -- mencegah perang sipil, dan bahkan regional. Mari kita pikul bersama tanggung jawab ini," katanya seraya mendesak negara-negara kekuatan dunia mendukung upaya perdamaian PBB dan Liga Arab. [mam/ant]