RAMALLAH, RIMANEWS-Presiden Palestina Mahmud Abbas siap bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu jika Netanyahu mengakui dasar-dasar proses perdamaian.
"Pihak Palestina tidak memiliki masalah untuk mengadakan pertemuan bilateral dan langsung dengan pihak Israel jika mereka mendasarkan pada referensi yang jelas, sehingga kita tahu atas dasar dan mekanisme apa kami berunding," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdineh, kepada Radio Suara Palestina.
Abu Rdineh mengemukakan itu mengomentari pernyataan yang dikeluarkan kantor Netanyahu bahwa Israel bermaksud mengundang Abbas untuk melakukan pertemuan langsung.
Referensi komitmen Israel bagi proses perdamaian yang dimaksud adalah penghentian penuh dan menyeluruh atas pembangunan permukiman di Tepi Barat, kata Abu Rdineh seperti dikutip Kantor Berita Xinhua.
Israel juga harus membebaskan semua tahanan Palestina sebelum perundingan langsung dimulai. "Tanpa itu, hal-hal akan terus berputar menjadi lingkaran tak berujung tanpa hasil," katanya.
Pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel terhenti pada Oktober 2010 karena perselisihan mengenai permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Pernyataan-pernyataan Israel dan Palestina datang setelah Kuartet Perdamaian Timur Tengah yang terdiri atas Amerika Serikat, PBB, Uni Eropa dan Rusia, meminta kedua belah pihak untuk melanjutkan perundingan yang terhenti.[ach/ant]