JAKARTA, RIMANEWS - Partai Demokrat tetap berharap Gerindra dan Hanura mau menerima ajakan koalisi di parlemen. Demokrat yakin kedua partai akan membantu bila ada anggota parpol koalisi berseberangan sikap di DPR.
"Kalau ada koalisi lompatan jauh, mereka (Gerindra dan Hanura) bisa bantu Demokrat," kata Wakil Ketua Fraksi Demokrat Sutan Bhatoegana, Jumat (13/4/2012).
Sutan menjelaskan koalisi parlemen yang ditawarkan bertujuan untuk memperkuat dukungan politik atas kebijakan yang diambil pemerintah. "Ada masanya kita merangkul, berjalan bersama. Kalau ada program-program kepentingan rakyat ya harus didukung bersama," sambungnya.
Dia menjelaskan, tawaran koalisi parlemen ini bermula jelang paripurna RUU Pemilu. Demokrat memutuskan menurunkan piliihan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 3,5 persen. Sutan menyebut keputusan ini untuk mengakomodir partai menengah termasuk Gerindra dan Hanura di DPR.
"Kita kan sudah mengakomodir keinginan partai menengah kemarin, jadi kalau ada apa-apa tentang kebijakan pemerintah ya tolong dibantu," pungkasnya.
Demokrat menyodorkan draf kontrak koalisi parlemen untuk ditandatangani Gerindra dan Hanura. Namun kedua fraksi menolak tawaran koalisi dengan alasan tidak mau tersandera kepentingan pemerintah.
"Kita tidak mau memberikan semacam janji koalisi untuk mendukung sesuatu yang kita tidak tahu, menggolkan keinginan pemerintah yang belum tentu sesuai. Garis partai kami adalah kepentingan rakyat, jadi kita tidak mau terjebak dengan perjanjian-perjanjian tertulis," kata Wakil Ketum Gerindra Fadli Zon kemarin.(yus/dtk)