Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Aksi Mahasiswa Medan

MEDAN, RIMANEWS - Polisi merangsek masuk ke Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, tempat 500 mahasiswa Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen berunjuk rasa menentang kenaikan harga BBM. Mahasiswa melawan, melempari polisi dengan batu.

Sebelum membubarkan kerumunan mahasiswa, polisi memberi peringatan. "Saudara-saudara sekali, silahkan kembali!" kata polisi melalui pengeras suara berkali-kali.

Para mahasiswa bergeming, lalu bersiap. Karena mahasiswa enggan bubar, polisi menembakkan gas air mata. Mahasiswa mundur sambil memaki-maki polisi.

Dua tembakan gas air mata kembali terdengar. Mahasiswa kocar-kacir, mundur 20 meter dari lokasi pemblokiran. Mereka kemudian melempari polisi dengan batu.

Aksi blokir mahasiswa dilakukan sejak pukul 15.00 WIB. Pemblokiran berlangsung mulai dari dari simpang Jl. Gaharu, hingga simpang Jl. Sutomo ujung, serta persimpangan Jl Timor. Di setiap persimpangan ini, mereka membakar ban-ban bekas.

Hingga pukul 22.00 WIB, belum ada tanda-tanda aksi tersebut bubar. Sejumlah mahasiswa terlihat menyerang polisi dengan batu. [mam/dtk]